rpgbids.com, 1 mei 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sebuah permainan video seluler bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Moonton, anak perusahaan ByteDance, telah menjadi salah satu game mobile paling populer di dunia sejak dirilis pada Juli 2016. Dengan lebih dari 1 miliar unduhan hingga 2021 dan puncak 100 juta pemain aktif bulanan, MLBB mendominasi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Season 3 pada tahun 2018 menjadi momen penting dalam sejarah game ini, ditandai dengan pembaruan signifikan, peluncuran Mobile Legends Professional League (MPL), dan perkembangan ekosistem esports yang memperkuat posisi MLBB sebagai pemimpin genre MOBA mobile. Artikel ini akan membahas secara profesional, lengkap, rinci, dan jelas tentang sejarah Mobile Legends Season 3 2018, mencakup pembaruan utama, fitur baru, hero dan skin, turnamen, dampak pada komunitas, serta konteks perkembangan game.
Latar Belakang Mobile Legends
Mobile Legends: Bang Bang adalah game MOBA 5v5 yang dirancang untuk perangkat seluler, di mana dua tim berusaha menghancurkan markas musuh sambil mempertahankan markas mereka sendiri melalui tiga jalur (top, mid, bottom). Pemain mengendalikan “hero” dengan peran seperti Tank, Fighter, Assassin, Mage, Marksman, dan Support, masing-masing memiliki kemampuan unik. Sejak dirilis, MLBB menarik perhatian karena gameplay yang ramah pemula, grafis menarik, dan mekanika yang dioptimalkan untuk ponsel.
Sebelum Season 3 2018, MLBB telah melewati dua season pada 2016 dan 2017, yang berfokus pada pengenalan hero awal (seperti Miya, Alucard, dan Fanny) dan peta dasar. Season 3, yang berlangsung dari sekitar Desember 2017 hingga Maret 2018, menjadi titik balik dengan pembaruan besar, peluncuran turnamen profesional, dan peningkatan popularitas global, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Pembaruan Utama di Season 3 2018

Season 3 2018 memperkenalkan sejumlah pembaruan yang meningkatkan pengalaman bermain, menyeimbangkan gameplay, dan memperluas konten. Berikut adalah rincian fitur dan pembaruan utama:
1. Penyesuaian Gameplay dan Balancing 
Moonton melakukan penyesuaian besar pada mekanika permainan untuk meningkatkan keseimbangan dan daya tarik kompetitif:
-
Rework Hero: Beberapa hero, seperti Fanny dan Moskov, menerima buff atau penyesuaian skill untuk menyeimbangkan performa mereka. Fanny, misalnya, mendapat optimasi pada mekanika Cable untuk membuatnya lebih mudah dimainkan tanpa mengurangi potensi skill tinggi.
-
Penyesuaian Item: Item seperti Blade of Despair dan Endless Battle diubah untuk mendorong variasi build. Ini memengaruhi strategi meta, dengan Marksman seperti Moskov dan Assassin seperti Lancelot menjadi dominan.
-
Jungle dan Minion: Hadiah Gold dan EXP dari minion dan monster hutan disesuaikan untuk mempercepat fase early game, membuat pertandingan lebih dinamis dengan durasi rata-rata 10-15 menit.
2. Hero Baru 
Season 3 memperkenalkan beberapa hero baru yang memperkaya roster dan memengaruhi meta:
-
Hanabi (Marksman, dirilis Januari 2018): Hero dengan skill Ninjutsu: Petal Barrage yang memberikan area damage besar. Hanabi cepat populer karena kemampuan lifesteal dan crowd control melalui ultimate Forbidden Jutsu: Higanbana.
-
Hylos (Tank, dirilis Desember 2017): Hero dengan skill pasif Law of the Jungle yang mengubah serangan menjadi regenerasi HP, menjadikannya Tank yang sulit dikalahkan. Hylos menjadi pilihan utama di Ranked Match karena daya tahan dan crowd control.
-
Angela (Support, dirilis Februari 2018): Hero dengan kemampuan heal dan shield melalui Love Waves dan ultimate Heartguard, yang memungkinkan teleportasi ke sekutu. Angela mengubah dinamika tim dengan mendukung hero carry.
Hero-hero ini memperkenalkan strategi baru, seperti kombinasi Angela dengan Marksman atau Hylos sebagai frontliner yang kokoh.
3. Skin Eksklusif Season 3 
Setiap season, Moonton memberikan skin eksklusif untuk pemain yang mencapai rank Master atau lebih tinggi. Untuk Season 3 (Desember 2017 – Maret 2018):
-
Skin Eksklusif: Fanny – Punk Princess, dirilis pada 20 Maret 2018. Skin ini menampilkan Fanny dengan estetika punk, lengkap dengan jaket kulit dan rambut warna-warni. Meskipun tidak memiliki efek tambahan signifikan, skin ini sangat diincar karena status eksklusifnya dan popularitas Fanny sebagai hero meta.
4. Mode Permainan dan Fitur Baru 
-
Brawl Mode Optimasi: Mode Brawl, yang berfokus pada pertempuran cepat di satu jalur, menerima pembaruan visual dan penyesuaian cooldown skill untuk meningkatkan intensitas.
-
Arcade Mode: Moonton mulai menguji mode eksperimental seperti Mirror Mode (tim menggunakan hero yang sama) untuk menambah variasi.
-
Sistem Emblem: Sistem Emblem diperbarui dengan opsi kustomisasi baru, memungkinkan pemain meningkatkan statistik hero sesuai gaya bermain.
-
Draft Pick: Untuk rank Epic ke atas, Draft Pick menjadi standar, memungkinkan pemain untuk ban dua hero per tim, menambah elemen strategi dalam pemilihan hero.
5. Peningkatan Teknis

-
Optimalisasi Performa: Pembaruan 1.2.40 hingga 1.2.60 (Desember 2017 – Maret 2018) meningkatkan stabilitas game pada perangkat kelas rendah dengan RAM 1-2 GB, memperluas aksesibilitas di pasar seperti Indonesia.
-
Anti-Cheat: Moonton memperkenalkan sistem deteksi awal untuk mencegah penggunaan cheat seperti map hack, meskipun masalah ini masih menjadi tantangan.
-
Grafis: Peningkatan efek visual untuk skill hero seperti Fanny dan Hanabi, serta optimalisasi peta untuk mengurangi lag.
Peluncuran Mobile Legends Professional League (MPL)
Season 3 2018 bertepatan dengan peluncuran Mobile Legends Professional League (MPL), sebuah turnamen esports resmi yang menjadi tonggak sejarah MLBB. MPL Season 1 di Indonesia diadakan pada awal 2018, diikuti oleh MPL Season 3 pada Januari 2019, yang masih terkait dengan momentum Season 3 2018. Berikut adalah sorotan utama:
MPL Indonesia Season 1 (2018)
-
Waktu dan Format: Berlangsung sekitar Februari-Maret 2018, MPL Season 1 menampilkan 10 tim terbaik Indonesia, termasuk EVOS Esports, RRQ Hoshi, dan Louvre. Formatnya mencakup Regular Season dan Playoffs dengan sistem Best of 3 dan Best of 5 untuk final.
-
Hadiah: Total prize pool sekitar $100.000, menarik perhatian pemain dan sponsor.
-
Tim Juara: EVOS Esports memenangkan MPL Season 1, mengukuhkan diri sebagai tim papan atas dengan pemain seperti Oura dan JessNoLimit.
-
Dampak: MPL Season 1 meningkatkan profesionalisme esports MLBB, dengan tim membentuk roster resmi, pelatih, dan analis. Acara ini juga disiarkan melalui platform seperti YouTube dan Nimo TV, menarik jutaan penonton.
Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2018
-
Waktu dan Lokasi: MSC 2018 diadakan pada Juli 2018 di Jakarta, Indonesia, tepat setelah Season 3, dan menjadi acara puncak yang mencerminkan popularitas MLBB.
-
Format: Turnamen ini melibatkan tim dari tujuh negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Total prize pool mencapai $144.000 (sekitar Rp 2 miliar).
-
Penyiaran: Untuk pertama kalinya, Grand Final MSC 2018 disiarkan langsung di Kompas TV pada 29 Juli 2018, menandai sejarah pertelevisian Indonesia untuk kompetisi MOBA.
-
Tim Juara: AEWolves (Malaysia) memenangkan MSC 2018, mengalahkan tim Indonesia di final, meskipun EVOS dan RRQ menunjukkan performa kuat.
-
Signifikansi: MSC 2018 memperluas jangkauan MLBB sebagai esport global, dengan Indonesia sebagai tuan rumah menegaskan posisinya sebagai pasar terbesar dengan sekitar 30 juta pengguna aktif bulanan.
Hero dan Meta Season 3 2018
Season 3 2018 memiliki meta yang didominasi oleh hero dengan mobilitas tinggi dan burst damage. Berikut adalah hero meta utama:
-
Fanny (Assassin): Dengan skill Cable yang memungkinkan pergerakan cepat, Fanny menjadi pilihan utama pemain berpengalaman. Skin Punk Princess meningkatkan popularitasnya.
-
Moskov (Marksman): Buff pada ultimate Spear of Destruction membuat Moskov mendominasi late game dengan attack speed tinggi.
-
Lancelot (Assassin): Dirilis pada 2017, Lancelot tetap kuat dengan Puncture dan Thorned Rose untuk burst damage.
-
Hylos (Tank): Daya tahan dan crowd control membuat Hylos ideal untuk melindungi carry.
-
Angela (Support): Kemampuan heal dan ultimate teleportasi mengubah dinamika tim.
Meta ini mendorong strategi berbasis early aggression dan team fight, dengan kombinasi seperti Hylos-Angela atau Fanny-Lancelot menjadi populer.
Dampak Season 3 pada Komunitas
Season 3 2018 memiliki dampak signifikan pada komunitas Mobile Legends:
-
Peningkatan Pemain: Jumlah unduhan MLBB melonjak, mencapai lebih dari 100 juta pada 2018, dengan Indonesia menyumbang sebagian besar pemain.
-
Konten Kreatif: Streamer dan YouTuber seperti JessNoLimit, Oura, dan Lemon (RRQ) mempopulerkan Season 3 melalui konten gameplay, tutorial, dan highlight. JessNoLimit, misalnya, menjadi ikon dengan jutaan pengikut.
-
Komunitas Esports: MPL dan MSC 2018 memicu pembentukan tim amatir dan profesional, dengan banyak pemain muda bercita-cita menjadi pro-player.
-
Penghargaan: MLBB memenangkan Google Play Store Editor’s Choice pada 2018, mengukuhkan statusnya sebagai game mobile teratas.
Tantangan dan Kontroversi
Season 3 tidak lepas dari tantangan:
-
Kontroversi Hukum: Pada 2017, Riot Games (pengembang League of Legends) menggugat Moonton atas dugaan pelanggaran kekayaan intelektual, termasuk desain hero, peta, dan logo. Meskipun gugatan ini berlanjut hingga 2018, Moonton membantah klaim tersebut dan tetap melanjutkan pengembangan MLBB.
-
Masalah Teknis: Lag dan bug pada server, terutama di rank rendah, menjadi keluhan umum. Moonton merespons dengan pembaruan teknis.
-
Keseimbangan Hero: Dominasi Fanny dan Moskov memicu kritik dari komunitas tentang balancing, mendorong Moonton untuk merilis nerf di season berikutnya.
-
Monetisasi: Harga skin dan hero berbasis Diamond dianggap mahal oleh sebagian pemain, meskipun model free-to-play tetap menarik.
Konteks Sejarah dan Perbandingan
Season 3 2018 terjadi pada masa ketika genre MOBA mobile sedang berkembang pesat, bersaing dengan game seperti Arena of Valor (Tencent). Berikut adalah konteksnya:
-
Sebelum Season 3: Season 1 (Juli-September 2016) dan Season 2 (September-Desember 2016) berfokus pada pengenalan dasar game dengan 27 hero awal.
-
Setelah Season 3: Season 4 (Maret-Juni 2018) memperkenalkan hero seperti Valir dan Gusion, serta peningkatan grafis. MPL Season 2 dan ekspansi global ke Eropa dan Amerika Utara juga dimulai.
-
Pesaing: Arena of Valor menawarkan grafis lebih halus, tetapi MLBB unggul karena kesederhanaan kontrol dan popularitas di Asia Tenggara.
Season 3 menonjol karena peluncuran MPL dan MSC, yang menjadikan MLBB lebih dari sekadar game kasual, tetapi juga platform esports profesional.
Prospek dan Warisan
Season 3 2018 meninggalkan warisan penting:
-
Esports: MPL dan MSC menjadi cikal bakal turnamen besar seperti M1 World Championship (2019), yang dimenangkan oleh EVOS Legends.
-
Hero Ikonik: Fanny, Hanabi, dan Hylos tetap relevan dalam meta hingga 2025, dengan skin Punk Princess menjadi koleksi berharga.
-
Komunitas: Indonesia tetap menjadi pasar terbesar MLBB, dengan hero seperti Gatotkaca dan Kadita sebagai bentuk apresiasi Moonton kepada pemain Indonesia.
-
Inovasi: Fitur seperti Draft Pick dan Emblem yang diperkenalkan di Season 3 menjadi standar dalam gameplay modern MLBB.
Hingga 2025, MLBB terus berkembang dengan lebih dari 126 hero, mode baru seperti Magic Chess, dan turnamen global seperti M6 World Championship. Season 3 2018 menjadi fondasi kesuksesan ini dengan membangun ekosistem esports dan komunitas yang kuat.
Kesimpulan
Mobile Legends: Bang Bang Season 3 2018 adalah periode krusial yang mengukuhkan posisi game ini sebagai pemimpin MOBA mobile. Dengan peluncuran hero seperti Hanabi, Hylos, dan Angela, skin eksklusif Fanny Punk Princess, serta turnamen seperti MPL Season 1 dan MSC 2018, Season 3 membawa inovasi gameplay, memperkuat esports, dan memperluas basis pemain, terutama di Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan teknis dan kontroversi hukum, Moonton berhasil menjaga momentum dengan pembaruan rutin dan keterlibatan komunitas. Warisan Season 3 tetap terasa hingga hari ini, dengan MPL dan hero meta yang terus membentuk identitas MLBB. Bagi penggemar, Season 3 adalah kenangan berharga yang menandai kejayaan awal Mobile Legends sebagai fenomena global.
BACA JUGA: Krisis Hunian Dinas TNI: Menhan Tegaskan Kebutuhan Mendesak Perumahan Prajurit
BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia Tahun 1998: Merangkum Secara Dalam Politik Indonesia





