rpgbids.com, 30 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sebuah game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dikembangkan oleh Moonton, telah menjadi fenomena global sejak dirilis pada 14 Juli 2016. Di Indonesia, game ini dengan cepat meraih popularitas luar biasa, menjadi salah satu game mobile paling dimainkan. Salah satu elemen penting dalam ekosistem Mobile Legends adalah sistem “Season” dalam mode ranked, yang menandai periode kompetitif dengan pembaruan, penghargaan, dan dinamika permainan baru. Season 2, yang berlangsung pada tahun 2017, menjadi salah satu tonggak awal dalam perkembangan Mobile Legends, memperkenalkan perubahan signifikan dalam meta permainan, hero, dan komunitas esports. Artikel ini akan membahas secara rinci dan terperinci sejarah Mobile Legends Season 2 2017, mencakup konteks, perubahan gameplay, hero baru, meta, turnamen, dan dampaknya terhadap komunitas.

Latar Belakang Mobile Legends dan Sistem Season

Mobile Legends adalah game MOBA 5v5 yang dirancang untuk platform mobile, tersedia di Android dan iOS. Pemain membentuk tim untuk menghancurkan markas lawan (Nexus) sambil melindungi markas sendiri, dengan memilih hero yang memiliki peran seperti Tank, Fighter, Assassin, Mage, Marksman, atau Support. Mode ranked, yang menjadi inti kompetitif game ini, menggunakan sistem pangkat (rank) seperti Warrior, Elite, Master, Grandmaster, Epic, Legend, dan Mythic. Setiap season, yang biasanya berlangsung selama 3 bulan, mengatur ulang sebagian rank pemain dan memperkenalkan pembaruan seperti hero baru, skin, item, atau mekanisme gameplay.

Season 2 berlangsung pada awal 2017, tepatnya sekitar Januari hingga Maret 2017, setelah Season 1 yang berakhir pada akhir 2016. Season ini menjadi periode penting karena Mobile Legends masih dalam tahap awal pengembangan, dengan komunitas yang terus berkembang dan Moonton berupaya menyempurnakan game berdasarkan umpan balik pemain.

Konteks Season 2 2017

Apa Itu Partyan ML dan Kenapa Semua Orang Penasaran? - Fantech Official

Pada tahun 2017, Mobile Legends masih relatif baru di pasar global, termasuk Indonesia. Game ini bersaing dengan MOBA mobile lain seperti Arena of Valor dan Vainglory. Namun, kesederhanaan gameplay, ukuran file yang ringan, dan optimalisasi untuk perangkat low-end membuat Mobile Legends cepat diterima, terutama di Asia Tenggara. Indonesia, sebagai salah satu pasar terbesar, menyaksikan lonjakan pemain aktif, dengan komunitas lokal yang mulai membentuk tim kompetitif dan konten kreator.

Season 2 hadir di tengah upaya Moonton untuk meningkatkan pengalaman bermain, memperbaiki bug, dan menyeimbangkan hero. Pada saat ini, jumlah hero masih terbatas dibandingkan tahun-tahun berikutnya, dan meta permainan belum sekompleks sekarang. Season 2 juga menjadi awal mula perhatian terhadap esports, dengan turnamen lokal mulai bermunculan, meskipun belum sebesar skala MPL (Mobile Legends Professional League) yang muncul kemudian.

Perubahan Gameplay di Season 2

MPL KH Season 2 | AFK Gaming

1. Pembaruan Sistem Ranked

Season 2 memperkenalkan beberapa penyesuaian pada sistem ranked untuk meningkatkan pengalaman kompetitif:

  • Reset Rank: Seperti season pada umumnya, rank pemain diatur ulang sebagian. Pemain di rank tinggi seperti Legend atau Mythic diturunkan ke rank lebih rendah (misalnya, Epic atau Grandmaster) untuk mendorong persaingan baru.

  • Penghargaan Season: Pemain menerima hadiah seperti skin eksklusif season, battle points, dan tiket berdasarkan rank tertinggi yang dicapai. Skin season untuk Season 2 adalah skin eksklusif untuk hero tertentu, yang menjadi incaran pemain.

  • Matchmaking: Moonton mulai memperbaiki sistem matchmaking untuk mengurangi ketidakseimbangan antara tim, meskipun masalah seperti lag dan perbedaan skill masih sering dikeluhkan.

2. Pembaruan Map dan Mekanisme

Peta Mobile Legends pada 2017 masih menggunakan desain awal, yang sedikit berbeda dari peta modern. Beberapa perubahan kecil di Season 2 meliputi:

  • Penyesuaian Jungle: Monster jungle seperti Turtle dan Lord mulai mendapatkan perhatian lebih sebagai objektif tim. Turtle memberikan gold dan EXP tambahan, sementara Lord memberikan dorongan untuk push lane.

  • Turret dan Minion: Damage turret dan gelombang minion disesuaikan untuk menyeimbangkan durasi pertandingan, yang pada saat itu rata-rata berlangsung 15-20 menit.

  • Item Build: Item seperti Blade of Despair dan Scarlet Phantom mulai mendominasi meta, terutama untuk hero Marksman dan Assassin.

3. Perbaikan Bug dan Stabilitas

Season 2 juga fokus pada perbaikan teknis, seperti mengurangi lag, memperbaiki bug skill hero, dan meningkatkan stabilitas server. Hal ini krusial di Indonesia, di mana banyak pemain menggunakan perangkat low-end dan koneksi internet yang tidak stabil.

Hero Baru dan Perubahan Meta

Apa Itu Partyan ML dan Kenapa Semua Orang Penasaran? - Fantech Official

1. Hero yang Dirilis pada 2017

Pada awal 2017, Mobile Legends masih memiliki roster hero yang relatif kecil, sekitar 20-30 hero. Beberapa hero yang dirilis atau mendapatkan perhatian besar di Season 2 meliputi:

  • Lancelot: Assassin dengan mobilitas tinggi dan burst damage, dirilis sekitar 2017. Kemampuan Lancelot untuk menghindari serangan dengan skill Puncture dan Thorned Rose membuatnya populer di meta.

  • Gusion: Meskipun dirilis sedikit setelah Season 2, Gusion mulai diuji coba di server tertentu, memperkenalkan gaya bermain Assassin/Mage yang kompleks.

  • Johnson: Tank dengan skill unik Rapid Touchdown, yang memungkinkan transformasi menjadi mobil, menjadi favorit untuk inisiasi tim.

  • Aurora: Mage dengan kemampuan crowd control dan burst damage, cocok untuk poke dan teamfight.

2. Meta Season 2

Meta Season 2 didominasi oleh hero dengan burst damage dan mobilitas tinggi, karena item dan mekanisme belum seimbang seperti sekarang. Beberapa poin penting meta:

  • Dominasi Marksman dan Assassin: Hero seperti Yi Sun-shin, Karina, dan Alucard sangat populer karena kemampuan mereka untuk snowball (mendapatkan keunggulan cepat). Yi Sun-shin, dengan skill ultimate jarak jauh, sering digunakan untuk poke dan finishing.

  • Tank sebagai Inisiator: Hero seperti Tigreal dan Akai menjadi tulang punggung tim dengan kemampuan crowd control seperti stun dan knock-up.

  • Poke dan Burst Damage: Mage seperti Eudora dan Aurora unggul dalam memberikan damage cepat dari jarak aman, sementara hero seperti Kagura mulai menunjukkan potensi dengan combo skill yang rumit.

  • Item Kunci: Item seperti Blade of Despair (untuk damage tinggi), Scarlet Phantom (untuk attack speed), dan Magic Blade (untuk survivability) menjadi andalan.

3. Strategi Populer

  • Early Game Aggression: Tim sering fokus pada gank awal untuk mengamankan kill dan keunggulan gold.

  • Split Push: Hero seperti Alucard atau Zilong digunakan untuk mendorong lane secara cepat sambil tim lain mengalihkan perhatian.

  • Teamfight di Turtle: Turtle menjadi objektif utama untuk mendapatkan keunggulan ekonomi, sering memicu pertarungan tim awal.

Komunitas dan Esports di Season 2

M-World: Challenge Accepted | 515 Animated Short Film | Mobile Legends:  Bang Bang

1. Perkembangan Komunitas

Season 2 menyaksikan pertumbuhan komunitas Mobile Legends di Indonesia. Platform seperti YouTube dan Facebook menjadi tempat bagi konten kreator untuk berbagi tips, trik, dan highlight gameplay. Pemain mulai membentuk squad lokal untuk push rank bersama, dan forum seperti MobileLegends-ID menjadi pusat diskusi.

2. Awal Mula Esports

Meskipun turnamen besar seperti MPL belum ada pada 2017, Season 2 menjadi awal mula turnamen lokal dan regional. Beberapa poin penting:

  • Turnamen Komunitas: Event kecil di kafe internet atau universitas mulai bermunculan, dengan hadiah berupa diamond atau item in-game.

  • Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2017: MSC 2017, yang diadakan pertengahan 2017, menjadi salah satu turnamen internasional pertama. Tim dari Indonesia, seperti Saints Indo, mulai menunjukkan potensi, meskipun tim Filipina mendominasi.

  • Peningkatan Profesionalisme: Pemain mulai melihat Mobile Legends sebagai peluang karir, dengan tim seperti RRQ dan EVOS mulai terbentuk, meskipun masih dalam skala kecil.

Dampak Season 2 terhadap Mobile Legends

1. Peningkatan Popularitas

Season 2 membantu memperkuat posisi Mobile Legends sebagai game MOBA mobile terdepan di Indonesia. Pembaruan gameplay dan hero baru membuat pemain tetap tertarik, sementara hadiah season mendorong persaingan.

2. Fondasi Meta dan Strategi

Meta Season 2, meskipun sederhana dibandingkan sekarang, menjadi fondasi untuk strategi modern seperti rotasi, objektif, dan sinergi tim. Pemain mulai memahami pentingnya komunikasi dan koordinasi.

3. Perkembangan Esports

Kesuksesan Season 2 membuka jalan untuk investasi lebih besar dalam esports. Moonton mulai merencanakan liga profesional seperti MPL, yang akhirnya diluncurkan pada 2018.

4. Feedback Pemain

Umpan balik dari Season 2 membantu Moonton menyeimbangkan hero, memperbaiki bug, dan meningkatkan pengalaman bermain. Hal ini memperkuat hubungan antara developer dan komunitas.

Tantangan dan Kritik

Meskipun sukses, Season 2 tidak lepas dari tantangan:

  • Masalah Server: Lag dan disconnect masih sering terjadi, terutama di wilayah dengan koneksi buruk.

  • Ketidakseimbangan Hero: Beberapa hero seperti Karina dan Yi Sun-shin dianggap terlalu kuat, menyebabkan keluhan dari pemain.

  • Matchmaking: Pemain sering dipasangkan dengan rekan tim yang tidak seimbang, menyebabkan frustrasi.

  • Kurangnya Konten Esports: Meskipun turnamen mulai ada, skala dan promosinya masih kecil dibandingkan tahun-tahun berikutnya.

Kesimpulan

Season 2 Mobile Legends pada tahun 2017 adalah periode krusial dalam sejarah game ini. Dengan pembaruan gameplay, penambahan hero baru, dan munculnya meta awal, season ini membantu membentuk identitas Mobile Legends sebagai MOBA mobile yang kompetitif dan menyenangkan. Komunitas yang semakin besar dan turnamen awal menjadi cikal bakal ekosistem esports yang kini mendunia. Meskipun menghadapi tantangan teknis, Season 2 berhasil memperkuat fondasi untuk kesuksesan Mobile Legends di tahun-tahun berikutnya.

Bagi pemain yang ingin bernostalgia atau memahami akar perkembangan Mobile Legends, Season 2 adalah bukti bagaimana sebuah game dapat berevolusi melalui dedikasi developer dan antusiasme komunitas. Untuk informasi lebih lanjut tentang sejarah Mobile Legends, Anda dapat mengunjungi sumber resmi Moonton atau komunitas seperti MobileLegends-ID.

BACA JUGA: Tragedi Keracunan MBG di Cianjur: Tinjauan Lengkap dan Respons Komprehensif Badan Gizi Nasional

BACA JUGA: Pribadi Yang Tertutup Dalam Konteks negatif

BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia Tahun 2005: Analisis Mendalam

Trending