rpgbids.com, 4 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sebuah permainan video seluler bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), telah menjadi salah satu game paling populer di dunia, khususnya di Asia Tenggara, sejak dirilis pada Juli 2016 oleh Moonton, anak perusahaan ByteDance. Game ini menempatkan dua tim berisi lima pemain untuk bertarung di tiga jalur (lane)—atas, tengah, dan bawah—dengan tujuan menghancurkan markas musuh sambil mempertahankan markas sendiri. Season 6, yang berlangsung pada tahun 2018, menjadi salah satu periode penting dalam sejarah Mobile Legends karena menandai pertumbuhan pesat game ini, baik dari segi konten, komunitas, maupun ekosistem esports. Artikel ini menyajikan sejarah lengkap dan terinci tentang Mobile Legends Season 6 2018, mencakup latar belakang, pembaruan utama, hadiah season, acara, perkembangan esports, dampak pada komunitas, serta konteks historis, dengan pendekatan profesional, rinci, dan jelas.
1. Latar Belakang Mobile Legends dan Konteks Season 6 
Mobile Legends: Bang Bang dirilis pada Juli 2016 untuk platform iOS dan Android, terinspirasi dari MOBA PC seperti Dota 2 dan League of Legends, tetapi dirancang untuk perangkat seluler dengan gameplay yang ramah pemula dan durasi pertandingan singkat (10–20 menit). Pada 2018, game ini telah melampaui 100 juta unduhan dan menjadi fenomena di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, berkat grafis yang menarik, kontrol intuitif, dan pembaruan rutin.
Sistem season di Mobile Legends adalah periode tiga bulanan yang menawarkan reset peringkat (rank), misi baru, dan hadiah eksklusif, seperti skin hero, untuk pemain yang mencapai peringkat tertentu (biasanya Master atau lebih tinggi). Season 6 berlangsung dari Oktober hingga Desember 2018, bersamaan dengan pembaruan signifikan yang memperkenalkan hero baru, penyesuaian gameplay, dan acara tematik. Season ini juga bertepatan dengan ekspansi esports Mobile Legends melalui turnamen seperti Mobile Legends Professional League (MPL), yang mulai menarik perhatian global.
Pada 2018, Mobile Legends menghadapi persaingan ketat dari MOBA seluler lain, seperti Arena of Valor dan Vainglory, tetapi berhasil mempertahankan dominasinya di Asia Tenggara berkat komunitas yang kuat dan pembaruan yang responsif terhadap masukan pemain. Season 6 menjadi momen penting untuk memperkuat identitas game ini sebagai MOBA seluler terdepan dan meletakkan dasar bagi kesuksesan esports di tahun-tahun berikutnya.
2. Pembaruan Utama di Season 6 (Oktober–Desember 2018) 
Season 6 diiringi oleh beberapa pembaruan besar yang memperkaya konten game, menyeimbangkan gameplay, dan meningkatkan pengalaman pemain. Berikut adalah rincian utama berdasarkan patch notes dan informasi resmi dari Moonton pada 2018:
a. Penambahan Hero Baru
Season 6 memperkenalkan beberapa hero baru yang menjadi favorit pemain dan memengaruhi meta permainan:
-
Harith (Rilis: Oktober 2018):
-
Role: Mage.
-
Kemampuan: Harith adalah mage dengan mobilitas tinggi, mengandalkan skill Chrono Dash untuk berpindah cepat dan Zaman Force untuk meningkatkan kecepatan serangan. Ultimate-nya, Matrix Force, memberikan area crowd control yang kuat.
-
Dampak: Harith langsung menjadi meta karena kombinasi burst damage dan kelincahannya, sering digunakan di mid-lane oleh pemain berperingkat tinggi.
-
-
Minsitthar (Rilis: November 2018):
-
Role: Fighter.
-
Kemampuan: Hero bertema prajurit kerajaan dengan skill Spear of Glory untuk menyerang jarak jauh dan King’s Calling untuk memanggil pasukan. Ultimate-nya, Shield Assault, mencegah musuh menggunakan skill dash di area tertentu.
-
Dampak: Minsitthar digunakan untuk melawan hero lincah seperti Fanny atau Gusion, menjadikannya pilihan strategis di off-lane.
-
-
Kadita (Rilis: Desember 2018):
-
Role: Mage.
-
Kemampuan: Terinspirasi dari Nyi Roro Kidul, Kadita memiliki skill Ocean Oddity untuk regenerasi dan Rough Waves untuk area damage. Ultimate-nya, Siren’s Call, memberikan efek stun dan burst damage.
-
Dampak: Sebagai bentuk apresiasi Moonton kepada komunitas Indonesia, Kadita menjadi simbol budaya lokal dan populer di mid-lane karena kombinasi crowd control dan daya tahan.
-
b. Penyesuaian Gameplay dan Balancing
-
Rework Hero:
-
Moskov: Marksman ini mendapat buff pada skill Spear of Quiescence, meningkatkan penetration dan attack speed. Hal ini membuatnya overpowered di Season 6, terutama setelah rilis skin eksklusifnya.
-
Fanny: Meskipun direncanakan untuk rework, Fanny tetap menjadi meta dengan skill Steel Cables yang memungkinkan mobilitas ekstrem, sering digunakan oleh pemain berpengalaman di jungle.
-
Hylos: Tank dengan skill pasif Law of the Jungle mendapat peningkatan regenerasi HP, menjadikannya pilihan utama untuk roaming dan tanking.
-
-
Penyesuaian Meta:
-
Moonton menyeimbangkan meta dengan mengurangi dominasi hero assassin seperti Gusion dan Lancelot melalui nerf pada cooldown dan damage skill.
-
Item seperti Blade of Despair dan Endless Battle disesuaikan untuk mendorong variasi build, mengurangi ketergantungan pada burst damage.
-
-
Peta dan Mekanik:
-
Peta klasik (Western Desert) mendapat optimalisasi visual, dengan pencahayaan yang lebih baik untuk perangkat low-end.
-
Monster hutan (jungle creeps) seperti Turtle dan Lord mendapat peningkatan HP, membuat jungling lebih menantang dan strategis.
-
Waktu respawn minion di lane disesuaikan untuk mempercepat tempo permainan di early game.
-
c. Peningkatan Teknis
-
Optimalisasi Performa: Pembaruan Season 6 mengurangi lag dan crash pada perangkat dengan RAM rendah (1–2 GB), menjadikan game lebih aksesibel di negara seperti Indonesia, di mana banyak pemain menggunakan ponsel kelas menengah.
-
Anticheat: Moonton memperkuat sistem deteksi kecurangan untuk mengurangi penggunaan cheat seperti map hack dan auto-aim, menanggapi keluhan komunitas tentang ketidakadilan di mode ranked.
-
UI/UX: Antarmuka menu utama diperbarui dengan desain lebih modern, termasuk animasi hero di lobi dan navigasi yang lebih intuitif.
d. Fitur Baru
-
Custom Emblem System: Pemain dapat menyesuaikan emblem untuk meningkatkan statistik hero, seperti physical attack, magic power, atau cooldown reduction, memberikan fleksibilitas strategis.
-
Voice Chat: Fitur obrolan suara dalam tim diperkenalkan untuk mode ranked, meningkatkan koordinasi dalam pertandingan kompetitif.
-
Spectator Mode: Pemain dapat menonton pertandingan teman atau turnamen secara langsung, mendukung perkembangan esports.
3. Hadiah Season 6: Skin Eksklusif dan Reward 
Setiap season Mobile Legends menawarkan hadiah eksklusif untuk pemain yang mencapai peringkat Master atau lebih tinggi. Season 6 tidak terkecuali, dengan fokus pada skin hero yang menarik dan tematik.
a. Skin Eksklusif Season 6: Moskov – Snake Eye Commander
-
Rilis: 18 Desember 2018.
-
Deskripsi: Skin ini mengubah Moskov menjadi prajurit futuristik dengan tema militer, lengkap dengan efek visual hijau neon pada skill Spear of Quiescence dan Spear of Destruction. Desainnya mencerminkan estetika cyberpunk dengan detail senjata canggih.
-
Cara Mendapatkan: Pemain yang mencapai peringkat Master atau lebih tinggi di mode ranked pada akhir Season 6 otomatis menerima skin ini secara gratis.
-
Dampak: Skin ini sangat diincar karena Moskov sedang berada di puncak meta setelah buff. Skin ini juga meningkatkan popularitas Moskov di turnamen dan mode ranked.
b. Hadiah Lain
-
Border Season 6: Pemain dengan peringkat tinggi (Epic ke atas) menerima bingkai profil eksklusif dengan tema militer, menambah prestise visual di lobi.
-
Battle Points (BP) dan Tickets: Hadiah tambahan seperti 1.000–5.000 BP dan 50–200 tiket diberikan berdasarkan peringkat akhir.
-
Season Exclusive Chest: Kotak hadiah berisi fragmen skin, emblem, atau item kosmetik kecil untuk pemain yang menyelesaikan misi season.
c. Sistem Ranking
-
Season 6 melanjutkan sistem peringkat (rank) yang terdiri dari:
-
Warrior
-
Elite
-
Master
-
Grandmaster
-
Epic
-
Legend
-
Mythic
-
-
Pemain di peringkat Mythic mendapat hadiah tambahan, seperti lebih banyak BP dan tiket, serta pengakuan di komunitas sebagai pemain elit.
4. Acara dan Kolaborasi di Season 6 
Season 6 menghadirkan beberapa acara in-game yang meningkatkan keterlibatan pemain dan memperkuat ikatan komunitas:
a. Acara Tematik
-
Halloween Event (Oktober 2018):
-
Deskripsi: Bertema Halloween, acara ini memperkenalkan dekorasi bertema horor di lobi dan peta, seperti labu dan hantu. Pemain dapat mengumpulkan Candy Tokens melalui misi harian untuk ditukar dengan item seperti Halloween Border atau Temporary Skin: Akai – Pumpkin.
-
Dampak: Acara ini populer di kalangan pemain kasual, terutama di Indonesia, karena tema Halloween yang universal dan hadiah yang mudah didapat.
-
-
Christmas Event (Desember 2018):
-
Deskripsi: Acara bertema Natal dengan dekorasi salju dan pohon Natal di lobi. Pemain mengumpulkan Snowflakes melalui pertandingan untuk mendapatkan Temporary Skin: Eudora – Christmas Carol atau Permanent Emote: Santa Dance.
-
Dampak: Acara ini meningkatkan interaksi sosial, dengan banyak pemain memamerkan emote Natal di lobi.
-
b. Kolaborasi Budaya
-
Kadita Release Event: Peluncuran hero Kadita diiringi oleh acara khusus bertema budaya Indonesia, termasuk misi untuk menggunakan Kadita dalam 10 pertandingan untuk mendapatkan Kadita Border. Acara ini mencerminkan strategi Moonton untuk menarik pemain Asia Tenggara dengan hero bertema lokal.
-
No Major IP Collaboration: Tidak seperti season berikutnya (misalnya, kolaborasi Jujutsu Kaisen pada 2023), Season 6 tidak memiliki kolaborasi dengan waralaba besar, tetapi fokus pada konten orisinal dan budaya lokal.
c. Misi Season
-
Misi harian dan mingguan diperbarui untuk mendorong penggunaan hero baru seperti Harith dan Minsitthar. Contoh misi:
-
“Dapatkan 5 kill dengan Harith di mode Classic.”
-
“Gunakan ultimate Minsitthar 10 kali di mode Ranked.”
-
-
Misi ini memberikan Battle Points, tiket, atau fragmen skin, mendorong pemain untuk bereksperimen dengan meta baru.
5. Perkembangan Esports di Season 6 
Season 6 bertepatan dengan ekspansi signifikan ekosistem esports Mobile Legends, terutama melalui Mobile Legends Professional League (MPL) di berbagai negara.
a. MPL Indonesia Season 2 (Oktober–November 2018)
-
Latar Belakang: MPL Indonesia Season 2 adalah turnamen resmi kedua Mobile Legends di Indonesia, diadakan secara offline di Jakarta. Turnamen ini melibatkan 10 tim profesional, termasuk EVOS Esports, RRQ Hoshi, Louvre Esports, dan Saints Indo.
-
Format: Best-of-three di babak penyisihan, best-of-five di semifinal, dan best-of-seven di grand final.
-
Hasil:
-
Juara: EVOS Esports, mengalahkan RRQ Hoshi dengan skor 4–2 di grand final.
-
MVP: Oura (EVOS Esports), yang dikenal karena permainan agresifnya dengan hero assassin seperti Gusion.
-
Hadiah: Total hadiah sekitar Rp 1,5 miliar, dengan juara pertama menerima Rp 500 juta.
-
-
Dampak Season 6: Hero baru seperti Harith dan buff pada Moskov sering digunakan dalam turnamen, mencerminkan pengaruh meta Season 6 pada strategi kompetitif.
b. MPL di Negara Lain
-
MPL Malaysia/Singapura Season 2: Diadakan bersamaan dengan MPL Indonesia, turnamen ini dimenangkan oleh tim AirAsia Saiyan, menunjukkan pertumbuhan esports di kawasan ASEAN.
-
MPL Filipina Season 2: Tim Cignal Ultra muncul sebagai juara, memperkuat posisi Filipina sebagai kekuatan esports Mobile Legends.
BACA JUGA: Trump Unggah Foto Berpakaian Seperti Paus, Mengaku Ingin Jadi Pemimpin Gereja Katolik
BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia pada Tahun 1960-an





