rpgbids.com, 5 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pendahuluan 7 Hero Mobile Legends Andalan Timnas Indonesia di SEA Games 2019

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) adalah permainan video seluler bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Moonton, anak perusahaan ByteDance. Dirilis pada 14 Juli 2016 untuk Android dan 9 November 2016 untuk iOS, MLBB menjadi fenomena global, terutama di Asia Tenggara, dengan lebih dari 1 miliar unduhan dan pendapatan kotor $1 miliar hingga 2021. Game ini menempatkan dua tim berisi lima pemain untuk bertarung mengendalikan tiga jalur (lane)—atas, tengah, dan bawah—sambil menghancurkan markas musuh dan mempertahankan markas sendiri.

Season 7 MLBB, yang berlangsung dari Juni 2018 hingga September 2018, adalah salah satu musim awal yang menandai pertumbuhan pesat game ini, baik dari segi basis pemain maupun skena esports. Season ini memperkenalkan pembaruan gameplay, hero baru, skin musiman, dan turnamen Mobile Legends Professional League (MPL) yang semakin kompetitif, khususnya di Indonesia dan Filipina. Artikel ini menyajikan sejarah lengkap dan terinci Season 7 MLBB 2019, mencakup konteks peluncuran, pembaruan utama, seasonal skin, dampak pada esports, tantangan, dan warisan musiman, dengan pendekatan profesional, rinci, dan jelas, menggunakan informasi dari sumber terpercaya dan data komunitas.


Konteks Peluncuran Season 7 Resmi Diungkap, Moonton Hadirkan Format Dan Prize Pool Baru Di MDL ID Season  7 Mendatang

Latar Belakang Mobile Legends

MLBB dirancang untuk menghadirkan pengalaman MOBA PC seperti Dota 2 dan League of Legends ke platform mobile, dengan kontrol analog yang ramah pengguna dan pertandingan berdurasi 10–30 menit. Pada 2018, MLBB telah menjadi game MOBA mobile terpopuler di Asia Tenggara, dengan Indonesia, Malaysia, dan Filipina sebagai pasar utama. Game ini mencatatkan 100 juta unduhan pada 2017 dan mendapatkan penghargaan Most Favorite Game of the Year di Indonesia Gaming Awards 2019.

Namun, MLBB juga menghadapi kontroversi. Pada 2017, Riot Games, pengembang League of Legends, menggugat Moonton atas dugaan pelanggaran hak cipta terkait desain karakter, peta, dan mekanisme gameplay. Meskipun gugatan ini diselesaikan dan MLBB tetap beroperasi, isu ini memengaruhi persepsi beberapa komunitas gamer. Season 7 hadir di tengah upaya Moonton untuk memperkuat identitas unik MLBB melalui hero dan konten lokal, seperti Gatotkaca, yang terinspirasi dari mitologi Indonesia.

Konteks Season 7

Season 7 MLBB dimulai pada Juni 2018, setelah Season 6 (Maret–Juni 2018) yang memperkenalkan hero seperti Angela dan Gusion. Musim ini bertepatan dengan ekspansi global MLBB, dengan fokus pada pasar Asia Tenggara dan Amerika Latin. Moonton juga mulai berinvestasi besar dalam esports, dengan MPL Indonesia Season 1 yang diadakan pada 2018 sebagai turnamen resmi pertama, menarik ribuan penonton dan pemain profesional.

Season 7 bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan gameplay, memperkenalkan hero baru, dan memberikan hadiah musiman yang menarik, seperti seasonal skin, untuk mendorong keterlibatan pemain. Pada saat itu, MLBB memiliki sekitar 40–50 hero, jauh lebih sedikit dibandingkan 114 hero pada 2024, tetapi sudah menawarkan variasi strategi melalui peran seperti Tank, Fighter, Assassin, Mage, Marksman, dan Support.


Pembaruan Utama di Season 7 5 "Hero" Mobile Legends yang Jadi Andalan Peserta MPL ID Season 7 Halaman  all - Kompas.com

Season 7 MLBB diperbarui melalui patch reguler (seperti Patch 1.2.88 hingga 1.3.02), yang membawa perubahan pada hero, item, dan mekanisme gameplay. Berikut adalah rincian pembaruan utama berdasarkan pengumuman resmi Moonton dan laporan komunitas:

1. Hero Baru

Season 7 memperkenalkan beberapa hero baru yang menjadi bagian dari meta permainan:

  • Hanzo (Ninja/Assassin): Dirilis sekitar Juli 2018, Hanzo adalah hero dengan kemampuan stealth dan burst damage. Skill ultinya, Kinjutsu: Pinnacle Ninja, memungkinkan jiwanya berpindah untuk menyerang musuh dari jarak jauh, menjadikannya pilihan populer di jungle. Hanzo memperkaya strategi gank dan split push.

  • Chang’e (Mage): Dirilis pada Agustus 2018, Chang’e adalah hero mage dengan kemampuan area-of-effect (AoE) yang kuat. Ultinya, Meteor Shower, memberikan magic damage besar, menjadikannya favorit di mid lane. Desainnya yang imut dan gameplay yang mudah dipelajari menarik banyak pemain kasual.

  • Vale (Mage): Meskipun dirilis menjelang akhir Season 7 (September 2018), Vale mulai diuji di advance server. Skill-nya yang dapat disesuaikan (pilih antara control atau damage) menambah kedalaman strategis.

2. Penyesuaian Hero dan Meta

Moonton melakukan buff, nerf, dan rework untuk menjaga keseimbangan:

  • Buff: Hero seperti Lancelot (Assassin) dan Harley (Mage/Assassin) mendapatkan peningkatan damage dan cooldown, memperkuat posisi mereka di meta. Lancelot, dengan Puncture dan Thorned Rose, menjadi pick utama di jungle.

  • Nerf: Hero seperti Fanny (Assassin) dan Cyclops (Mage), yang mendominasi Season 6, menerima pengurangan damage atau peningkatan cooldown untuk mengurangi dominasi mereka.

  • Rework: Hero seperti Bane (Fighter) mendapatkan pembaruan visual dan mekanis, dengan skill ultinya, Deadly Catch, diubah untuk memberikan AoE damage yang lebih konsisten.

Meta Season 7: Meta berfokus pada hyper-carry (satu hero utama yang difarm) dan teamfight cepat. Hero seperti Lancelot, Gusion, dan Hanzo mendominasi jungle, sementara Chang’e dan Kagura populer di mid lane. Tank seperti Grock dan Hylos sering digunakan untuk inisiasi.

3. Pembaruan Item dan Emblem

  • Item: Item seperti Lightning Truncheon dan Calamity Reaper diperkenalkan atau disesuaikan untuk mendukung hero mage. Blade of Despair tetap menjadi item wajib untuk physical damage dealer.

  • Emblem System: Sistem emblem diperbarui untuk memberikan fleksibilitas lebih, dengan opsi seperti Magical Emblem untuk mage dan Assassin Emblem untuk burst damage. Ini memungkinkan penyesuaian gaya bermain.

4. Peningkatan Gameplay

  • Optimalisasi Performa: Patch Season 7 meningkatkan stabilitas game, mengurangi lag pada perangkat kelas menengah, dan memperbaiki bug seperti skill cast error.

  • Peta dan Visual: Peta Western Expanse (sekarang Land of Dawn) menerima pembaruan grafis kecil, seperti efek jungle yang lebih detail. Menara (turret) mendapatkan penyesuaian damage untuk mempercepat permainan.

  • Matchmaking: Sistem matchmaking ditingkatkan untuk mengurangi waktu antrian dan memastikan tim yang lebih seimbang, meskipun keluhan tentang ketidakseimbangan rank masih ada.

5. Mode dan Event

  • Event Musiman: Season 7 menampilkan event seperti Summer Carnival (Juli 2018), yang menawarkan skin sementara dan hadiah seperti ticket atau battle point (BP) untuk menyelesaikan misi.

  • Mode Baru: Mode Mirror Mode (di mana kedua tim menggunakan hero yang sama) diperkenalkan sebagai opsi casual, meningkatkan variasi gameplay.

  • Kolaborasi: Tidak ada kolaborasi besar seperti Jujutsu Kaisen (2024) di Season 7, tetapi Moonton mulai memperkenalkan skin bertema lokal, seperti skin Gatotkaca Arhat King.


Seasonal Skin Season 7

Setiap musim MLBB memberikan seasonal skin eksklusif untuk pemain yang mencapai rank Master atau lebih tinggi. Untuk Season 7, seasonal skin adalah:

  • Hero: Karrie (Marksman)

  • Skin: Bladed Mantis

  • Rilis: 24 September 2018

  • Deskripsi: Skin ini menampilkan Karrie dengan tema serangga futuristik, dengan armor hijau metalik dan efek visual skill yang menyerupai bilah tajam. Bladed Mantis memiliki animasi serangan yang lebih halus dan efek suara baru, menjadikannya salah satu skin musiman paling disukai pada masanya.

  • Cara Mendapatkan: Pemain harus mencapai rank Master atau lebih tinggi dan memainkan sejumlah pertandingan ranked selama Season 7. Skin ini diberikan gratis di akhir musim bersama hadiah lain seperti battle point dan ticket.

Skin ini mencerminkan fokus Moonton pada estetika futuristik dan mekanis, sejalan dengan popularitas Karrie sebagai marksman yang kuat di gold lane berkat skill Dual Wield dan Phantom Step.


Dampak pada Esports

Season 7 bertepatan dengan perkembangan pesat skena esports MLBB, terutama di Asia Tenggara. Berikut adalah sorotan utama:

1. MPL Indonesia Season 1 (2018)

  • Waktu: April–Juni 2018 (berjalan paralel dengan awal Season 7)

  • Hadiah: $100.000

  • Juara: Team NXL (mengalahkan EVOS Esports 3–2 di grand final)

  • Pemain Terkemuka: Rave dan LJ (NXL), Donkey dan Oura (EVOS)

  • Dampak: MPL Indonesia Season 1 adalah turnamen resmi pertama MLBB di Indonesia, menarik lebih dari 100.000 penonton daring dan luring. Kemenangan NXL sebagai underdog menginspirasi banyak tim baru untuk bergabung di musim berikutnya.

2. Ekspansi Regional

  • MPL Malaysia/Singapura: Diluncurkan pada 2018, turnamen ini dimenangkan oleh AirAsia Saiyan, menunjukkan pertumbuhan skena di luar Indonesia.

  • MPL Filipina: Filipina mulai membangun skena kompetitif, dengan tim seperti Cignal Ultra menjadi pionir.

3. Komunitas dan Konten Kreator

Season 7 melihat munculnya content creator MLBB di YouTube dan Twitch, seperti Jess No Limit (Indonesia) dan Shinmen Takezo (Filipina). Mereka memamerkan gameplay hero baru seperti Hanzo dan strategi meta, meningkatkan popularitas game. Turnamen komunitas kecil, seperti NXL Mobile Esports Cup 2019, juga mulai bermunculan, menarik pemain amatir.


Tantangan dan Kritik

1. Masalah Teknis

  • Lag dan Bug: Meskipun ada peningkatan performa, lag masih menjadi masalah di server Asia Tenggara, terutama pada perangkat kelas rendah.

  • Matchmaking: Pemain mengeluhkan ketidakseimbangan rank, di mana pemula sering dipasangkan dengan veteran, menyebabkan pengalaman bermain yang buruk.

2. Monetisasi

  • Skin premium, seperti Epic atau Legend, memiliki harga tinggi (500–2000 Diamond, sekitar $10–$50), yang dianggap mahal oleh pemain di negara berkembang. Sistem gacha untuk skin juga menuai kritik karena sifatnya yang acak.

  • Moonton mulai memperkenalkan bundle event, tetapi pemain merasa tekanan untuk membeli agar tetap kompetitif secara estetika.

3. Kontroversi Plagiarisme

Isu gugatan Riot Games masih menjadi perbincangan di komunitas, meskipun Moonton bersikeras bahwa MLBB memiliki hak cipta terdaftar di banyak negara. Beberapa pemain League of Legends menganggap hero seperti Chang’e mirip dengan champion seperti Lux, meskipun mekanismenya berbeda.

4. Keseimbangan Gameplay

  • Hero seperti Lancelot dan Gusion dianggap overpowered di awal Season 7, menyebabkan keluhan dari pemain yang tidak menguasai hero tersebut.

  • Meta hyper-carry membuat permainan terlalu bergantung pada jungler, mengurangi peran support dan tank di beberapa pertandingan.


Warisan Season 7

Season 7 MLBB meninggalkan dampak jangka panjang pada game dan komunitasnya:

  • Pertumbuhan Esports: Kesuksesan MPL Indonesia Season 1 menjadi fondasi untuk turnamen global seperti M1 World Championship 2019, di mana EVOS Legends (Indonesia) menjadi juara.

  • Hero Ikonik: Hanzo dan Chang’e tetap menjadi hero populer hingga 2025, dengan penyesuaian berkala untuk menjaga relevansi mereka.

  • Seasonal Skin: Bladed Mantis Karrie menjadi salah satu skin musiman paling ikonik, sering digunakan oleh pemain veteran sebagai simbol prestasi.

  • Ekspansi Global: Season 7 membantu MLBB menembus pasar di luar Asia Tenggara, dengan komunitas yang berkembang di Amerika Latin dan Eropa.

  • Inovasi Gameplay: Penyesuaian emblem dan item memperdalam strategi, menjadi dasar untuk sistem talent yang lebih kompleks di musim berikutnya.

Menurut data, MLBB mencatatkan puncak 100 juta pemain bulanan pada 2019, dengan Season 7 berkontribusi pada lonjakan ini melalui konten baru dan esports. Pendapatan game juga melonjak, dengan 44% berasal dari luar Asia pada 2021, menunjukkan daya tarik global yang mulai terbentuk pada 2018.


Kesimpulan

Season 7 Mobile Legends: Bang Bang pada Juni–September 2018 adalah periode penting dalam sejarah game ini, menandai pertumbuhan eksponensial di tengah tantangan teknis dan kontroversi. Dengan hero baru seperti Hanzo dan Chang’e, seasonal skin Karrie Bladed Mantis, dan kesuksesan MPL Indonesia Season 1, musim ini memperkuat posisi MLBB sebagai MOBA mobile terdepan di Asia Tenggara dan dunia. Meskipun menghadapi kritik atas lag, monetisasi, dan isu plagiarisme, Moonton berhasil menjaga momentum melalui pembaruan rutin dan investasi dalam esports.

Warisan Season 7 terlihat dalam perkembangan skena kompetitif, komunitas yang semakin solid, dan inovasi gameplay yang terus berevolusi hingga 2025. Bagi pemain dan penggemar, Season 7 adalah kenangan tentang masa awal MLBB, ketika game ini mulai mencetak sejarah sebagai fenomena budaya dan esports. Dengan pendekatan yang seimbang antara strategi, estetika, dan komunitas, Season 7 tetap menjadi salah satu musim paling berpengaruh dalam perjalanan Land of Dawn.

BACA JUGA: Rusia Bangun Jembatan Jalan Raya Pertama Menuju Korea Utara: Tonggak Sejarah dalam Hubungan Bilateral

BACA JUGA: Jangan Paksakan Apa Pun dalam Hidup: Pelajaran untuk Kedamaian Batin

BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia pada Tahun 1950-an: Tantangan Pasca-Kemerdekaan

Trending