rpgbids.com,  3 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sebuah permainan video seluler bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), telah menjadi fenomena global sejak dirilis pada 14 Juli 2016 oleh Moonton, anak perusahaan ByteDance asal Tiongkok. Dengan lebih dari 1 miliar unduhan dan puncak 100 juta pemain aktif bulanan hingga 2021, MLBB mendominasi pasar game mobile, terutama di Asia Tenggara. Salah satu elemen kunci kesuksesannya adalah sistem musiman (seasonal system), yang memperkenalkan pembaruan, hero baru, skin, dan hadiah melalui mekanisme peringkat (ranked mode). Season 5, yang berlangsung dari Juni hingga Oktober 2017, adalah periode penting dalam sejarah MLBB, menandai pertumbuhan pesat game ini, pengenalan fitur baru, dan awal profesionalisasi esports. Artikel ini akan membahas secara rinci, profesional, dan jelas sejarah lengkap Mobile Legends Season 5 2018, termasuk latar belakang, pembaruan, fitur, acara, dampak pada komunitas, dan perkembangan esports.

Latar Belakang Mobile Legends dan Sistem Musiman MPL MENA alami perombakan: Nama, struktur, format, jumlah tim | ONE Esports  Indonesia

Asal-Usul Mobile Legends

Mobile Legends: Bang Bang adalah game MOBA 5v5 yang dirancang untuk perangkat mobile (Android dan iOS), mengambil inspirasi dari MOBA PC seperti Dota 2 dan League of Legends. Pemain mengontrol hero dengan peran seperti Tank, Fighter, Assassin, Mage, Marksman, atau Support, bekerja dalam tim untuk menghancurkan basis musuh sambil mempertahankan basis mereka sendiri di tiga jalur (lanes): atas, tengah, dan bawah. Kesuksesan awal MLBB di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, didorong oleh gameplay yang ramah pemula, grafis menarik, dan ukuran aplikasi yang ringan, cocok untuk perangkat kelas menengah dan rendah.

Pada 2017, MLBB telah berkembang dari 11 hero pada peluncuran menjadi sekitar 30 hero, dengan pembaruan rutin yang menambah konten seperti skin, mode permainan, dan penyesuaian keseimbangan (balance patch). Season 5 adalah musim kelima dalam siklus peringkat MLBB, yang dimulai pada Juli 2016 dengan Season 1. Setiap musim berlangsung sekitar 3–4 bulan, diakhiri dengan reset rank dan hadiah eksklusif seperti skin musiman untuk pemain yang mencapai peringkat tertentu.

Sistem Musiman dan Ranked Mode

Sistem musiman MLBB dirancang untuk mendorong kompetisi melalui mode Ranked, yang memiliki tingkatan (tiers) seperti Warrior, Elite, Master, Grandmaster, Epic, Legend, dan Mythic (diperkenalkan pada musim berikutnya). Pemain mendapatkan stars untuk naik peringkat dengan memenangkan pertandingan, dengan hadiah akhir musim berdasarkan peringkat tertinggi yang dicapai. Season 5, berlangsung dari Juni hingga Oktober 2017, menawarkan hadiah skin eksklusif dan menjadi momen penting dalam memperkuat basis pemain kompetitif.

Pembaruan dan Fitur Utama Season 5 2018 Update Mobile Legends 1.5.78, Ini Hero Baru dan Skillnya

Season 5 MLBB, yang berlangsung pada Juni–Oktober 2017, menghadirkan sejumlah pembaruan yang memperkaya pengalaman bermain, memperkenalkan hero baru, dan meningkatkan keseimbangan permainan. Berikut adalah rincian fitur utama:

1. Hadiah Skin Season 5

Setiap musim MLBB menawarkan skin eksklusif sebagai hadiah untuk pemain yang mencapai peringkat Master atau lebih tinggi. Untuk Season 5, hadiah skin adalah Hilda – Flower of the Wasted, dirilis pada Oktober 2017. Skin ini menampilkan Hilda, hero Fighter/Tank, dengan tema junker dan rongsokan, menyerupai pejuang gurun dengan efek visual keras dan mekanis. Meskipun skin ini tidak memiliki efek skill tambahan (karena keterbatasan teknologi MLBB pada saat itu), desainnya dianggap keren dan menjadi simbol prestasi bagi pemain kompetitif. Skin ini diberikan kepada pemain yang mencapai peringkat Master atau lebih tinggi, dengan hadiah tambahan seperti Battle Points (BP), Tickets, dan Magic Dust untuk peringkat lebih rendah.

2. Hero Baru dan Meta Permainan Jadi Meta! Ini Daftar Hero Baru ML di 2022 - Blog Lapakgaming

Season 5 memperkenalkan beberapa hero baru yang membentuk meta (strategi dominan) permainan, mencerminkan fokus Moonton pada diversifikasi peran dan gaya bermain. Hero yang dirilis atau menjadi populer selama periode ini meliputi:

  • Hilda: Sebagai hero Fighter/Tank, Hilda menjadi salah satu pilihan meta di Season 5 karena kemampuan regenerasi HP-nya di semak (bush) dan ultimate yang memberikan burst damage serta stun. Skin Season 5 meningkatkan popularitasnya.

  • Johnson: Hero Tank dengan kemampuan unik berubah menjadi mobil, memungkinkan ia membawa rekan tim untuk gank (serangan mendadak). Johnson mulai muncul dalam meta sebagai inisiator tim.

  • Lancelot: Hero Assassin yang dirilis pada Agustus 2017, tepat di tengah Season 5. Lancelot dengan cepat menjadi meta karena mobilitas tinggi, burst damage, dan kemampuan immune dari skill Puncture. Ia mendominasi jalur tengah dan hutan (jungle), menjadikannya favorit di ranked matches.

  • Grock: Hero Tank yang dirilis pada Juli 2017, menawarkan kombinasi crowd control dan damage tinggi untuk Tank. Kemampuan passive-nya meningkatkan pertahanan saat berada di dekat dinding, membuatnya kuat di jalur samping.

Meta Season 5 didominasi oleh hero dengan burst damage dan mobilitas tinggi, seperti Lancelot dan Fanny (dari musim sebelumnya), serta Tank seperti Hilda dan Grock yang mendukung strategi tim. Moonton juga merilis balance patch untuk menyesuaikan hero seperti Alucard dan Zilong, yang dianggap terlalu kuat di musim sebelumnya, untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik.

3. Pembaruan Gameplay dan Sistem MENGENAL Update Mobile Legends Terbaru Project Next dan Perubahan Gameplay,  Apa Saja Fitur Baru? - Halaman all - Tribunpontianak.co.id

Season 5 membawa beberapa peningkatan gameplay untuk meningkatkan pengalaman bermain dan memperbaiki masalah teknis:

  • Peningkatan Matchmaking: Moonton memperbaiki sistem matchmaking untuk mengurangi ketidakseimbangan tim, meskipun keluhan tentang lag dan AFK players masih ada di beberapa wilayah.

  • Optimalisasi Performa: Pembaruan teknis meningkatkan stabilitas game di perangkat kelas rendah, memperluas aksesibilitas di pasar seperti Indonesia dan Filipina.

  • Penyesuaian Item: Item seperti Blade of Despair dan Endless Battle disesuaikan untuk menyeimbangkan damage output hero Marksman dan Fighter, mendorong variasi strategi.

  • Peta dan Visual: Meskipun peta utama (Classic 5v5 Map) belum mengalami perombakan besar, Moonton memperkenalkan efek visual baru untuk skill hero tertentu, seperti animasi ultimate Lancelot yang lebih halus.

Mode permainan seperti Brawl, Mirror, dan Survival (versi awal) juga tersedia, memberikan variasi bagi pemain kasual. Namun, Ranked Mode tetap menjadi fokus utama selama musim ini.

4. Acara dan Kolaborasi HUT Ke-5 Mobile Legends Bang-Bang, Ini Rangkain Bonus dan Aktivitasnya

Season 5 menampilkan beberapa acara in-game untuk meningkatkan keterlibatan pemain:

  • Summer Event: Bertepatan dengan musim panas 2017, Moonton mengadakan acara dengan misi harian yang menawarkan hadiah seperti BP, Tickets, dan skin sementara bertema pantai, seperti Miya – Honolulu.

  • Login Rewards: Pemain yang login secara rutin selama Season 5 menerima hadiah seperti fragments untuk membeli hero atau skin di Lucky Shop.

  • Hero Release Events: Peluncuran hero seperti Lancelot dan Grock diiringi acara khusus, di mana pemain bisa mencoba hero baru secara gratis atau mendapatkan diskon pembelian menggunakan BP atau Diamonds.

Meskipun kolaborasi besar seperti dengan Jujutsu Kaisen atau Star Wars belum ada pada 2017, Moonton mulai mengeksplorasi hero bertema budaya lokal, seperti Lapu-Lapu, hero Filipina yang dirilis pada 2017, untuk menarik pemain Asia Tenggara.

Esports dan Komunitas di Season 5 Turnamen Esports MPL ID Season 5 Terbesar di Indonesia Disponsori Realme -  Harapan Rakyat

Awal Perkembangan Esports

Pada 2017, ekosistem esports MLBB masih dalam tahap awal, tetapi Season 5 menjadi titik balik penting. Moonton mulai menyelenggarakan turnamen regional untuk memanfaatkan popularitas game ini, terutama di Asia Tenggara. Meskipun Mobile Legends Professional League (MPL) resmi diluncurkan pada 2018, turnamen lokal dan komunitas pada 2017 membantu membangun fondasi untuk kompetisi profesional.

Turnamen Regional dan Komunitas

  • Indonesia: Turnamen kecil seperti Mobile Legends Indonesia Tournament diadakan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, menarik tim amatir dan komunitas kampus. Tim seperti NXL dan Saints Indo, yang kemudian menjadi bagian dari MPL, mulai muncul selama periode ini.

  • Filipina dan Malaysia: Negara-negara ini juga mengadakan kompetisi lokal, dengan tim seperti Mineski (Filipina) dan Geek Fam (Malaysia) mulai membentuk reputasi.

  • Format Turnamen: Turnamen pada 2017 biasanya menggunakan format Best-of-3 atau Best-of-5, dengan fokus pada peta Classic 5v5. Hadiahnya relatif kecil dibandingkan MPL modern, berkisar antara US$1.000 hingga US$5.000.

Season 5 juga bertepatan dengan meningkatnya popularitas live streaming MLBB di platform seperti YouTube dan Facebook Gaming. Pemain dan content creator seperti Jess No Limit (Indonesia) dan Alodia Gosiengfiao (Filipina) membantu mempopulerkan game ini melalui tutorial, gameplay, dan acara komunitas.

Komunitas Pemain

Komunitas MLBB pada 2017 sangat aktif, didukung oleh forum seperti Reddit, grup Facebook, dan saluran Discord. Pemain berbagi strategi, membahas meta, dan mengeluhkan masalah seperti lag atau hero yang dianggap overpowered (misalnya, Lancelot). Moonton mulai berinteraksi dengan komunitas melalui:

  • Media Sosial: Pengumuman pembaruan dan acara dibagikan melalui Instagram, Twitter, dan Facebook resmi MLBB.

  • Feedback Loop: Moonton menggunakan masukan pemain untuk menyesuaikan keseimbangan hero dan memperbaiki bug, meskipun responsnya terkadang lambat.

  • Komunitas Lokal: Di Indonesia, komunitas seperti Mobile Legends Indonesia di Facebook memiliki puluhan ribu anggota, menjadi pusat diskusi tentang Season 5 dan turnamen lokal.

Namun, komunitas juga menghadapi tantangan, seperti keluhan tentang matchmaking yang tidak seimbang dan masalah server di beberapa wilayah. Moonton merespons dengan pembaruan teknis, tetapi solusi penuh baru tercapai pada musim berikutnya.

Dampak dan Warisan Season 5

Dampak pada Pemain

Season 5 memperkuat posisi MLBB sebagai game MOBA mobile terdepan dengan:

  • Peningkatan Keterlibatan: Skin Hilda – Flower of the Wasted dan hero baru seperti Lancelot mendorong pemain untuk push rank, meningkatkan waktu bermain.

  • Diversifikasi Meta: Pengenalan hero seperti Grock dan Lancelot memperkaya strategi tim, membuat pertandingan lebih dinamis.

  • Aksesibilitas: Optimalisasi performa memungkinkan lebih banyak pemain dengan perangkat kelas rendah untuk menikmati game, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia.

Dampak pada Esports

Season 5 meletakkan dasar untuk profesionalisasi esports MLBB. Turnamen lokal pada 2017 membantu mengidentifikasi bakat seperti Lemon (RRQ Hoshi) dan Wise (EVOS Legends), yang kemudian menjadi bintang MPL. Pengenalan meta berbasis tim juga mendorong strategi yang lebih terkoordinasi, yang menjadi cikal bakal format kompetisi modern.

Warisan Jangka Panjang

Season 5 adalah tonggak penting dalam evolusi MLBB:

  • Pertumbuhan Global: Kesuksesan Season 5 di Asia Tenggara mendorong Moonton untuk memperluas pasar ke Amerika Utara dan Eropa pada 2018, meskipun Asia tetap menjadi pasar utama.

  • Esports: Turnamen lokal pada 2017 menjadi cikal bakal MPL, yang diluncurkan pada 2018 dan kini menjadi salah satu liga esports mobile terbesar di dunia.

  • Konten: Skin musiman dan hero baru menjadi template untuk pembaruan MLBB, dengan Moonton terus merilis konten bertema budaya lokal dan kolaborasi global di musim berikutnya.

  • Komunitas: Komunitas yang kuat pada Season 5 membantu MLBB bertahan melawan kompetitor seperti Arena of Valor, menjadikannya MOBA mobile dengan basis penggemar terbesar di Asia Tenggara.

Tantangan dan Kritik

Meskipun sukses, Season 5 menghadapi beberapa tantangan:

  • Masalah Teknis: Lag dan crash aplikasi sering dilaporkan, terutama di server Asia Tenggara yang padat.

  • Keseimbangan Hero: Lancelot dianggap overpowered oleh banyak pemain, menyebabkan keluhan tentang meta yang tidak seimbang.

  • Hadiah Musiman: Beberapa pemain merasa skin Hilda kurang menarik karena tidak memiliki efek skill tambahan, dibandingkan skin modern.

  • Kontroversi Moonton: Pada 2017, Moonton menghadapi gugatan dari Riot Games atas dugaan pelanggaran hak cipta terkait kemiripan dengan League of Legends. Meskipun tidak secara langsung memengaruhi Season 5, kontroversi ini memengaruhi persepsi komunitas global.

Moonton menanggapi kritik dengan pembaruan patch untuk menyeimbangkan hero dan meningkatkan stabilitas server, meskipun beberapa masalah baru terselesaikan pada Season 6.

Kesimpulan

Mobile Legends: Bang Bang Season 5 (Juni–Oktober 2017) adalah periode krusial dalam sejarah game ini, menandai pertumbuhan pesat dalam popularitas, konten, dan esports. Dengan hadiah skin Hilda – Flower of the Wasted, pengenalan hero seperti Lancelot dan Grock, serta peningkatan gameplay, Season 5 berhasil memperkuat basis pemain dan meletakkan fondasi untuk ekosistem kompetitif MLBB. Turnamen lokal pada 2017 menjadi cikal bakal MPL, sementara komunitas yang aktif membantu game ini mendominasi pasar MOBA mobile.

Meskipun menghadapi tantangan seperti masalah teknis dan keseimbangan hero, Season 5 menunjukkan komitmen Moonton untuk mendengarkan komunitas dan berinovasi. Warisan Season 5 terus terasa dalam kesuksesan global MLBB, dari turnamen MPL hingga kolaborasi modern seperti Jujutsu Kaisen. Sebagai salah satu musim awal yang membentuk identitas MLBB, Season 5 tetap menjadi kenangan berharga bagi pemain veteran dan tonggak bersejarah dalam evolusi MOBA mobile.

BACA JUGA: Menaker Sindir Banyak Pengusaha Hanya Kejar Profit, Buruh Dianggap Obyek: Analisis Mendalam tentang Kritik terhadap Praktik Ketenagakerjaan di Indonesia

BACA JUGA: Pelajaran dari Stoikisme untuk Tetap Tenang di Segala Kondisi Dan Tempat

BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia pada Tahun 1970-an: Konteks, Tantangan, dan Dampaknya

Trending