onic id

Raja Langit yang Kini Lebih Sering Dipertanyakan

rpgbids – ONIC ID Esports pernah membuat kemenangan terlihat seperti rutinitas. Tim berjuluk Raja Langit itu membangun reputasi melalui permainan disiplin, penguasaan objektif, dan kemampuan menghukum kesalahan lawan dengan sangat cepat.

Ketika ONIC bermain dalam performa terbaiknya, pertandingan sering terasa sudah berada dalam kendali mereka bahkan sebelum pertarungan penentu terjadi.

Namun, situasi berbeda terlihat pada MPL Indonesia Season 18.

ONIC tidak lagi menunjukkan dominasi yang sama seperti ketika mereka menguasai babak reguler Season 16. Kekalahan dari beberapa rival membuat pembicaraan mengenai konsistensi tim semakin relevan.

Pukulan terbaru datang pada 18 Oktober 2026, ketika ONIC kalah 0–2 dari Team Liquid ID dalam pertandingan penutup musim reguler. Hasil tersebut menjadi salah satu alasan mengapa performa ONIC kini dipertanyakan.

Liquipedia Mobile Legends: Bang Bang Wiki

Meski demikian, mengatakan ONIC sudah kehilangan seluruh kemampuannya tentu terlalu jauh.

Mereka masih memiliki pemain berkualitas dan pengalaman kompetitif yang besar. Masalahnya, kualitas individu tidak selalu cukup ketika lawan semakin mampu membaca pola permainan dan memanfaatkan kelemahan yang muncul.

Pertanyaan yang lebih menarik bukan apakah ONIC masih tim kuat, melainkan mengapa tim yang pernah terlihat begitu dominan kini lebih sering menghadapi pertandingan sulit.

Dari Penguasa Klasemen Menjadi Penghuni Posisi Keenam

Penurunan ONIC terlihat jelas ketika hasil MPL ID Season 16 dibandingkan dengan Season 18.

Pada Season 16, ONIC mengakhiri babak reguler sebagai pemuncak klasemen dengan 14 kemenangan dan hanya dua kekalahan.

Sebaliknya, pada Season 18, ONIC finis di peringkat keenam dengan tujuh kemenangan dan sembilan kekalahan. Persentase kemenangan mereka turun dari 87,5% menjadi 43,75%.

Mobile Legends Professional League

+1

Penurunan performa ONIC di musim reguler MPL ID

Perbandingan persentase kemenangan pertandingan.

0%25%50%75%100%Season 16Season 18

Data klasemen resmi MPL Indonesia. Season 16 berlangsung pada 2025 dan Season 18 pada 2026.

Perbedaan tersebut bukan sekadar persoalan satu atau dua pertandingan buruk.

Dalam 16 pertandingan musim reguler Season 18, ONIC lebih sering kalah daripada menang. Mereka juga mencatatkan selisih kemenangan game negatif, yakni 19 kemenangan dan 21 kekalahan.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa ONIC belum menemukan konsistensi yang sebelumnya menjadi ciri khas mereka.

Sementara itu, Team Liquid ID dan NAVI berhasil menutup musim reguler dengan masing-masing 12 kemenangan dan empat kekalahan.

Kedua tim tersebut mendapatkan keuntungan posisi upper bracket pada babak playoff.

ONIC, sebaliknya, harus memulai perjalanan playoff dari babak pertama dengan risiko langsung tersingkir jika kalah.

Mengapa ONIC ID Tidak Bersinar di Season 18?

Kairi Tidak Bisa Terus Menjadi Jawaban untuk Semua Masalah

Kairi tetap menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian dalam roster ONIC.

Sebagai jungler, ia memiliki peran besar dalam menentukan tempo permainan, penguasaan objektif, dan arah rotasi tim.

Namun, Mobile Legends kompetitif tidak bisa dimenangkan oleh satu pemain saja.

Jungler membutuhkan dukungan dari midlaner dan roamer untuk menguasai area sungai, memperoleh informasi pergerakan lawan, serta membuka peluang mengamankan Turtle dan Lord.

Ketika kontrol area tidak berjalan optimal, ruang gerak jungler dapat menjadi lebih terbatas.

Dalam situasi seperti itu, bahkan pemain mekanik terbaik pun dapat kesulitan membawa tim meraih kemenangan.

Ini bukan berarti kekalahan ONIC harus dibebankan kepada Kairi.

Justru, salah satu pertanyaan penting bagi ONIC adalah bagaimana membangun sistem permainan yang tidak terlalu bergantung pada kemampuan individu untuk menyelamatkan situasi sulit.

Chemistry Roster Perlu Terus Dibangun

Pada Season 18, ONIC diperkuat Kairi, Sanz, Kiboy, Lutpi, Kelra, Ssamuel, dan Killuaa, dengan CW sebagai pelatih.

Mobile Legends: Bang Bang Professional League

Komposisi tersebut menghadirkan kombinasi pemain berpengalaman dan opsi rotasi.

Namun, kualitas roster di atas kertas tidak otomatis menghasilkan permainan kolektif yang stabil.

Pergantian pemain, perubahan strategi, dan penyesuaian terhadap meta dapat memengaruhi koordinasi.

Dalam pertandingan tingkat tinggi, keterlambatan komunikasi beberapa detik saja dapat mengubah hasil pertarungan.

Karena itu, evaluasi ONIC tidak cukup berhenti pada siapa yang bermain buruk.

Perlu dilihat bagaimana koordinasi berlangsung, bagaimana tim merespons tekanan, dan apakah seluruh pemain memahami kondisi kemenangan yang ingin mereka bangun.

Lawan Sudah Semakin Mampu Menghadapi ONIC

Dominasi sebuah tim sering membuat pola permainannya dipelajari secara lebih mendalam oleh para pesaing.

Tim lawan dapat menyiapkan strategi khusus untuk membatasi pergerakan pemain kunci, mengganggu rotasi, atau memaksa pertandingan berjalan di luar tempo yang disukai ONIC.

Season 18 memperlihatkan bahwa sejumlah tim mampu mengalahkan ONIC, termasuk Bigetron, NAVI, Dewa United, Geek Fam, Alter Ego, EVOS, dan Team Liquid ID.

Fakta tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh lawan telah berhasil membaca strategi ONIC secara sempurna.

Namun, hasil pertandingan menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif ONIC tidak lagi sebesar sebelumnya.

Mereka membutuhkan lebih banyak variasi strategi agar tidak mudah dipaksa mengikuti rencana permainan lawan.

Kekalahan 0–2 dari Team Liquid ID Menjadi Peringatan Terakhir

Pertandingan melawan Team Liquid ID pada 18 Oktober menjadi penutup musim reguler yang mengecewakan bagi ONIC.

Team Liquid memenangkan kedua game, sekaligus memastikan diri sebagai pemuncak klasemen.

Menurut data draft pertandingan, game pertama berlangsung sekitar 14 menit 46 detik, sedangkan game kedua selesai dalam 12 menit 24 detik.

MLBBDex

Durasi yang relatif singkat tersebut memperlihatkan bahwa Team Liquid mampu menyelesaikan kedua game tanpa harus menjalani pertandingan panjang.

Namun, durasi saja tidak cukup untuk menyimpulkan seluruh penyebab kekalahan. Analisis lebih mendalam memerlukan pemeriksaan replay, keputusan objektif, serta kondisi ekonomi kedua tim.

Bagi ONIC, hasil ini menjadi peringatan bahwa mereka harus memperbaiki eksekusi sebelum memasuki playoff.

Kemenangan atas Dewa United sehari sebelumnya belum cukup untuk menutupi ketidakstabilan sepanjang musim.

Playoff MPL ID S18 Jadi Ujian Terbesar Raja Langit

PERTANDINGAN BERIKUTNYA

Alter Ego vs ONIC

4 November 2026 · Playoff Round 1

Belum dimainkan

Alter Ego

10–6

Posisi 3 musim reguler

ONIC

7–9

Posisi 6 musim reguler

Jadwal dan klasemen berdasarkan situs resmi MPL Indonesia per 22 Oktober 2026.

Mobile Legends: Bang Bang Professional League

+1

ONIC masih memiliki kesempatan membalikkan keadaan.

Format playoff memberikan peluang kepada tim yang mampu memperbaiki permainan pada saat paling menentukan.

Namun, posisi keenam membuat perjalanan mereka jauh lebih berat dibandingkan tim yang finis di dua besar.

Pertandingan melawan Alter Ego akan menjadi ujian apakah ONIC mampu beradaptasi dengan tekanan dan memperbaiki kesalahan yang muncul selama musim reguler.

Kekalahan akan mengakhiri perjalanan mereka, sementara kemenangan dapat membuka peluang menghadapi lawan berikutnya.

Apakah Era Dominasi ONIC Sudah Berakhir?

Pertanyaan tersebut belum bisa dijawab hanya dari satu musim reguler.

ONIC memang mengalami penurunan performa yang signifikan. Catatan tujuh kemenangan dan sembilan kekalahan menjadi kontras dengan dominasi mereka pada Season 16.

Namun, hasil buruk tidak otomatis menghapus pengalaman, kemampuan individu, dan potensi tim untuk kembali bersaing.

Yang perlu dibuktikan ONIC adalah kemampuan memperbaiki kelemahan secara kolektif.

Mereka harus menunjukkan bahwa penguasaan objektif, komunikasi, draft, dan eksekusi pertarungan dapat kembali berjalan konsisten.

Tanpa perubahan tersebut, nama besar dan sejarah juara tidak akan cukup untuk menghadapi lawan yang semakin kompetitif.

ONIC ID memang tidak bersinar seperti sebelumnya. Tetapi apakah Raja Langit benar-benar kehilangan tahtanya, atau hanya sedang menjalani masa transisi, akan lebih jelas setelah perjalanan mereka di playoff Season 18.

Untuk saat ini, statistik menunjukkan penurunan yang nyata. Peluang bangkit masih ada, tetapi harus dibuktikan melalui pertandingan, bukan reputasi.

Referensi

MPL Indonesia — Situs Resmi. Klasemen Akhir MPL ID Season 18

MPL Indonesia — Profil ONIC. Roster, Hasil Pertandingan, dan Jadwal Playoff ONIC

DetikINET — 19 Oktober 2026. Hasil dan Klasemen Akhir Regular Season MPL ID S18

Uzone — 19 Oktober 2026. Klasemen Akhir MPL ID S18: Kalahkan ONIC, TLID Juara Regular Season

MPL Indonesia — Arsip Season 16. Klasemen MPL ID Season 16 untuk Perbandingan

Trending