rpgbids.com, 28 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Mobile Legends: Bang Bang, sebuah game mobile bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), telah menjadi salah satu game paling populer di dunia, terutama di Asia Tenggara. Dirilis secara global pada 14 Juli 2016 oleh Moonton, sebuah perusahaan pengembang game asal Tiongkok, Mobile Legends dengan cepat menarik perhatian jutaan pemain berkat gameplay yang adiktif, desain yang ramah untuk perangkat mobile, dan konsep tim 5v5 yang kompetitif. Season 1 dari Mobile Legends, yang berlangsung pada tahun 2016, menjadi titik awal perjalanan panjang game ini, memperkenalkan dasar-dasar gameplay dan membangun fondasi untuk kesuksesan globalnya. Artikel ini akan membahas secara detail dan akurat sejarah, fitur, hero, mekanisme, tantangan, serta dampak dari Mobile Legends Season 1 pada tahun 2016, berdasarkan informasi yang tersedia dan konteks komunitas pada masa itu.
Latar Belakang dan Peluncuran Mobile Legends

Sebelum Mobile Legends, genre MOBA telah mendominasi dunia gaming di platform PC melalui game seperti Dota 2 dan League of Legends. Namun, pada pertengahan 2010-an, pasar game mobile mulai berkembang pesat, didorong oleh meningkatnya akses ke smartphone dengan spesifikasi mumpuni. Moonton, yang merupakan bagian dari Shanghai Moonton Technology Co., Ltd. dan bekerja sama dengan Shanghai Mulong Network and Technology Co., Ltd., melihat peluang untuk membawa pengalaman MOBA ke platform mobile.
Mobile Legends dirancang untuk menawarkan gameplay MOBA klasik—pertarungan tim 5v5 di tiga jalur (lanes) dengan tujuan menghancurkan markas musuh—dalam format yang dioptimalkan untuk layar sentuh dan sesi bermain yang lebih singkat (10-20 menit per pertandingan). Game ini pertama kali dirilis pada 11 Juli 2016 untuk Android di beberapa wilayah, diikuti oleh peluncuran global pada 14 Juli 2016, yang juga tersedia untuk iOS. Season 1 dimulai bersamaan dengan peluncuran ini, menandai periode awal di mana sistem peringkat, hero, dan mekanisme dasar game diperkenalkan kepada pemain.
Pada saat peluncuran, Mobile Legends hanya memiliki 11 hero, sebuah angka yang sangat kecil dibandingkan dengan lebih dari 120 hero yang ada pada tahun 2025. Game ini tersedia secara gratis dengan model freemium, di mana pemain bisa membeli item kosmetik atau mempercepat progres melalui pembelian dalam aplikasi. Kesederhanaan dan aksesibilitas ini menjadi kunci daya tarik awal Mobile Legends, terutama di pasar Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
Fitur dan Gameplay Season 1:quality(100)/photo/2019/01/08/3349798268.jpg)
Season 1 Mobile Legends pada tahun 2016 adalah periode yang sangat sederhana, dengan fitur terbatas namun gameplay inti yang kuat. Berikut adalah detail fitur dan elemen gameplay pada masa ini:
1. Peta dan Mode Permainan

Pada Season 1, Mobile Legends hanya memiliki satu peta utama, yang dikenal sebagai Land of Dawn (versi awal dari peta 5v5 klasik). Peta ini memiliki tiga jalur (top lane, mid lane, dan bottom lane), dua area hutan (jungle), dan markas (base) di kedua sisi untuk masing-masing tim. Peta ini dirancang untuk mendukung gameplay MOBA klasik, dengan elemen seperti:
- Turrets: Menara pertahanan di setiap jalur yang harus dihancurkan untuk mendekati markas musuh.
- Minions: Unit AI yang bergerak di jalur untuk membantu pemain.
- Jungle: Area dengan monster netral seperti Crab dan Turtle (versi awal, bukan Lord seperti sekarang), yang memberikan gold dan buff saat dikalahkan.
Mode permainan yang tersedia pada Season 1 meliputi:
- Match Up Mode (Normal Mode): Pertandingan biasa tanpa pengaruh pada peringkat.
- Ranked Game: Mode kompetitif untuk naik peringkat, meskipun sistemnya masih sederhana.
- Brawl Mode: Mode 5v5 di peta satu jalur, diperkenalkan menjelang akhir 2016.
- Human vs AI: Mode latihan melawan bot.
- Custom Mode: Untuk pertandingan khusus dengan teman.
Durasi Season 1 diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan, sesuai dengan pola musiman Mobile Legends yang kemudian menjadi standar (setiap season berlangsung sekitar 90 hari). Tidak ada informasi resmi tentang tanggal pasti berakhirnya Season 1, tetapi diyakini berlangsung hingga akhir 2016.
2. Hero dan Role
![Evolution of Mobile Legends Heroes [2016 - 2021]](https://i.ytimg.com/vi/7hLuAhYp9iY/maxresdefault.jpg)
Season 1 hanya memiliki 11 hero, yang semuanya menjadi ikonik bagi pemain veteran. Berikut adalah daftar hero pertama Mobile Legends berdasarkan informasi dari sumber terpercaya:
- Miya (Marksman, Spesialisasi: Reap/Damage): Hero pertama dan logo awal Mobile Legends. Miya menggunakan panah, memiliki skill untuk menghilang (Ultimate: Turbo Stealth), dan dikenal sebagai marksman yang mudah digunakan untuk pemula.
- Balmond (Fighter, Spesialisasi: Damage/Regen): Hero fighter dengan tubuh besar dan Ultimate (Lethal Counter) yang memberikan damage area tinggi.
- Saber (Assassin, Spesialisasi: Chase/Damage): Assassin dengan mobilitas tinggi, menggunakan dagger, dan memiliki Ultimate (Triple Sweep) untuk menyerang target tunggal.
- Alice (Mage/Tank, Spesialisasi: Charge/Regen): Mage dengan tema vampir, memiliki kemampuan lifesteal melalui Ultimate (Blood Ode).
- Nana (Mage/Support, Spesialisasi: Poke/Support): Hero support dengan skill transformasi (Molina’s Gift) yang mengubah musuh menjadi kucing.
- Tigreal (Tank, Spesialisasi: Crowd Control): Tank dengan kemampuan crowd control melalui Ultimate (Implosion) yang menarik musuh ke satu titik.
- Alucard (Fighter/Assassin, Spesialisasi: Chase/Damage): Hero dengan lifesteal tinggi dan Ultimate (Fission Wave) untuk mengejar musuh.
- Karina (Assassin, Spesialisasi: Reap/Damage): Assassin dengan damage magic dan Ultimate (Shadow Rush) untuk finishing.
- Akai (Tank, Spesialisasi: Crowd Control/Guard): Tank dengan kemampuan crowd control menggunakan Ultimate (Hurricane Dance).
- Franco (Tank, Spesialisasi: Crowd Control): Tank dengan hook ikonik (Iron Hook) untuk menarik musuh.
- Eudora (Mage, Spesialisasi: Burst/Poke): Mage dengan kemampuan burst damage melalui Ultimate (Thunderstruck).
Pada Season 1, sistem role belum sepenuhnya terstruktur seperti sekarang (misalnya, EXP Lane, Gold Lane, dll.). Pemain memilih hero berdasarkan preferensi dan strategi tim, dengan fokus pada kombinasi tank, damage dealer, dan support.
3. Item dan Build

Sistem item pada Season 1 sangat sederhana, dengan jumlah item yang jauh lebih sedikit dibandingkan sekarang. Item dibagi ke dalam kategori seperti Physical Attack, Magic Power, Defense, dan Movement. Beberapa item ikonik pada masa ini meliputi:
- Blade of Despair: Item physical damage utama untuk marksman dan assassin.
- Magic Blade: Item hybrid untuk damage dan defense.
- Immortality: Item pertahanan yang memberikan efek revive (kebangkitan setelah mati).
Pemain harus membeli item secara manual di base, tanpa fitur auto-build atau rekomendasi item seperti sekarang. Pengetahuan tentang build bergantung pada eksperimen pemain, karena panduan resmi atau konten kreator masih minim.
4. Sistem Peringkat
Sistem peringkat pada Season 1 memiliki tier dasar seperti:
- Warrior
- Elite
- Master
- Grandmaster
- Epic (kemungkinan tier tertinggi pada masa itu).
Tidak ada tier seperti Legend atau Mythic pada Season 1, karena sistem ini diperkenalkan pada season-season berikutnya (sekitar 2017-2018). Pemain mendapatkan poin peringkat berdasarkan kemenangan, dengan faktor seperti jumlah kill, assist, dan kerusakan pada turret memengaruhi performa. Di akhir season, pemain menerima hadiah seperti emblem atau skin sederhana berdasarkan tier tertinggi yang dicapai. Pengaturan ulang peringkat (reset rank) terjadi di awal season baru, memberikan kesempatan bagi pemain untuk memulai kembali.
5. Emblem dan Talent
Sistem emblem pada Season 1 sangat dasar, dengan pilihan terbatas seperti Physical, Magic, dan Tank. Tidak ada sistem talent kompleks seperti sekarang, dan pemain harus meningkatkan level emblem menggunakan emblem fragment yang diperoleh dari pertandingan. Karena minimnya opsi, strategi emblem tidak terlalu signifikan dibandingkan skill individu dan kerja sama tim.
6. Grafis dan Performa
Mobile Legends Season 1 dirancang untuk perangkat dengan spesifikasi rendah hingga menengah, seperti smartphone dengan RAM 1-2 GB. Opsi grafis terbatas pada:
- Low: Untuk perangkat kelas bawah, dengan tekstur sederhana dan efek minimal.
- Medium: Keseimbangan antara grafis dan performa.
- High: Untuk perangkat flagship, meskipun grafisnya masih sederhana dibandingkan standar modern.
Frame rate maksimum pada masa ini adalah 30 FPS, dengan sebagian besar perangkat mengalami lag jika pengaturan grafis terlalu tinggi. Ukuran game awal sekitar 100-200 MB, jauh lebih ringan dibandingkan 3-4 GB pada pembaruan modern.
7. Ekonomi dalam Game
Mata uang utama pada Season 1 adalah:
- Battle Points (BP): Diperoleh dari pertandingan, digunakan untuk membeli hero.
- Diamonds: Mata uang premium untuk membeli skin atau mempercepat progres.
- Tickets: Digunakan untuk membuka chest atau event tertentu.
Harga hero pada Season 1 relatif murah, seperti 6.500 BP untuk hero seperti Bane, tetapi skin seperti Count Dracula (1089 Diamonds) dianggap mahal karena konversi ke mata uang nyata bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Tidak ada sistem Royale Pass atau event berbayar seperti sekarang, dan kosmetik terbatas pada skin dasar.
Tantangan dan Karakteristik Season 1
Season 1 memiliki beberapa tantangan dan karakteristik yang membuatnya unik:
1. Kesederhanaan Gameplay
Dengan hanya 11 hero dan satu peta, variasi strategi terbatas. Pemain harus mengandalkan penguasaan mekanik dasar seperti last hit pada minion, positioning, dan kerja sama tim. Ketiadaan fitur modern seperti auto-aim atau smart skill cast membuat kontrol lebih sulit, terutama untuk pemain baru.
2. Koneksi dan Performa
Pada 2016, infrastruktur internet di banyak wilayah, termasuk Indonesia, masih belum stabil. Pemain sering mengalami lag atau disconnect, terutama pada server awal yang belum dioptimalkan. Selain itu, perangkat kelas bawah sering mengalami crash atau frame drop, membuat pengalaman bermain kurang konsisten.
3. Komunitas yang Berkembang
Komunitas Mobile Legends pada Season 1 masih kecil tetapi sangat antusias. Pemain belajar melalui forum, grup media sosial, atau diskusi dalam game, karena konten kreator seperti YouTuber gaming belum sepopuler sekarang. Interaksi melalui in-game chat sering menjadi sarana untuk berbagi tips atau membentuk tim.
4. Ketiadaan Cheat
Berbeda dengan season-season berikutnya, Season 1 relatif bebas dari cheat atau exploit besar. Hal ini membuat pertandingan terasa adil, dengan kemenangan ditentukan oleh skill dan strategi.
5. Kontroversi Awal
Meskipun tidak terkait langsung dengan Season 1, Mobile Legends menghadapi kritik awal karena kemiripan dengan League of Legends. Riot Games, pengembang League of Legends, sempat menggugat Moonton pada 2017 atas dugaan pelanggaran hak cipta, meskipun kasus ini akhirnya diselesaikan. Kontroversi ini tidak banyak memengaruhi popularitas game pada 2016, tetapi menjadi bagian dari sejarah awal Mobile Legends.
Dampak dan Warisan Season 1
Season 1 Mobile Legends memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan game dan komunitasnya:
1. Kesuksesan Komersial
Mobile Legends dengan cepat menjadi fenomena global, terutama di Asia Tenggara. Pada 2021, game ini telah diunduh lebih dari 1 miliar kali dan menghasilkan pendapatan US$1 miliar, dengan 44% pendapatan berasal dari luar Asia. Season 1 menjadi fondasi untuk kesuksesan ini, menarik pemain dengan gameplay yang mudah diakses dan gratis.
2. Pengakuan di Indonesia
Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar Mobile Legends, dengan jumlah pemain terbanyak kedua di dunia pada tahun-tahun berikutnya. Moonton mengapresiasi komunitas Indonesia dengan merilis hero seperti Gatotkaca (2017), yang terinspirasi dari budaya lokal. Season 1 menjadi titik awal keterlibatan komunitas Indonesia dalam game ini.
3. Evolusi Gameplay
Season 1 meletakkan dasar untuk pembaruan berikutnya, seperti penambahan hero, peta baru (misalnya, Western Expanse pada season berikutnya), dan fitur seperti Royale Pass serta Mythic tier. Kesederhanaan Season 1 memungkinkan Moonton untuk bereksperimen dan memperbaiki game berdasarkan umpan balik pemain.
4. Nostalgia bagi Pemain Veteran
Bagi pemain veteran, Season 1 adalah kenangan emas. Hero seperti Miya, Balmond, dan Tigreal, serta peta Land of Dawn yang sederhana, sering dirindukan karena kesederhanaan dan keseruan gameplay tanpa fitur kompleks. Komunitas sering membahas era ini di forum atau media sosial sebagai “masa keemasan” Mobile Legends.
5. Fondasi Esports
Meskipun turnamen esports resmi seperti MPL (Mobile Legends Professional League) baru dimulai pada 2018, Season 1 menjadi periode di mana pemain mulai menunjuk Logged out due to inactivity. Please log in to continue.
BACA JUGA: Pribadi Yang Tertutup Dalam Konteks Positif
BACA JUGA: Masalah Sosial Di Indonesia Tahun 2000: Analisis Komprehensif





