rpgbids.com, 11 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sebuah permainan video seluler bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), telah menjadi salah satu game paling populer di dunia, terutama di Asia Tenggara, sejak dirilis pada Juli 2016 oleh Moonton, anak perusahaan ByteDance. Dengan gameplay 5v5 yang cepat dan strategis, MLBB menarik jutaan pemain, termasuk di Indonesia, yang merupakan pasar terbesarnya. Sistem musiman (season) dalam MLBB, yang diperbarui setiap tiga bulan, menjadi pilar utama untuk mempertahankan keterlibatan pemain melalui pembaruan hero, skin, mekanisme permainan, dan hadiah eksklusif. Season 12, yang berlangsung pada 2020, merupakan musim penting karena memperkenalkan perubahan meta permainan, revamp hero, dan peningkatan kompetisi esports yang signifikan. Artikel ini menyajikan analisis mendalam tentang sejarah, konteks, fitur, hadiah, dan dampak Season 12 Mobile Legends pada tahun 2020, dengan fokus pada detail yang jelas, profesional, dan relevan hingga Mei 2025.
1. Latar Belakang Mobile Legends dan Sistem Musiman 
Sejarah Singkat Mobile Legends
MLBB adalah game MOBA seluler yang dikembangkan oleh Moonton, sebuah perusahaan asal Tiongkok yang didirikan pada 2014 oleh Justin Yuan dan Watson Xu Zhenhua. Dirilis pada 11 Juli 2016 untuk Android di Indonesia dan Tiongkok, diikuti oleh iOS pada 9 November 2016, MLBB mengadaptasi konsep MOBA PC seperti Dota 2 dan League of Legends untuk perangkat seluler. Game ini menawarkan pertandingan cepat (10-20 menit) di mana dua tim beranggotakan lima pemain bertarung untuk menghancurkan markas musuh melalui tiga jalur (top, middle, bottom) sambil mempertahankan markas mereka sendiri. Hingga 2020, MLBB telah melampaui 500 juta unduhan global, dengan puncak 100 juta pemain aktif bulanan, dan menghasilkan pendapatan lebih dari USD 500 juta, menjadikannya salah satu game MOBA seluler teratas di dunia.
Sistem Musiman dan Rank
MLBB menggunakan sistem musiman untuk mereset peringkat (rank) pemain, memperkenalkan konten baru, dan memberikan hadiah eksklusif. Setiap musim berlangsung sekitar tiga bulan, diakhiri dengan reset season yang menyesuaikan peringkat berdasarkan performa. Peringkat MLBB meliputi Warrior, Elite, Master, Grandmaster, Epic, Legend, dan Mythic (dengan Mythic Points pada 2020). Pemain yang mencapai peringkat tinggi, seperti Mythic, menerima hadiah seperti skin musiman, battle points (BP), dan tiket.
Musim di MLBB diiringi oleh pembaruan besar, termasuk:
-
Penyesuaian hero (buff, nerf, atau revamp).
-
Skin baru untuk rank atau pembelian melalui diamonds.
-
Perubahan mekanisme permainan, seperti item, peta, atau jungle.
-
Event musiman dan turnamen esports.
Season 12, yang berlangsung dari Maret hingga Juni 2020, menjadi titik balik karena memperkenalkan meta hero baru, revamp signifikan, dan mendukung pertumbuhan ekosistem esports MLBB.
2. Konteks dan Tanggal Rilis Season 12 
Konteks 2020
Pada 2020, MLBB berada pada puncak popularitasnya, terutama di Asia Tenggara, dengan Indonesia, Filipina, dan Malaysia sebagai pasar utama. Pandemi COVID-19, yang menyebabkan lockdown global, meningkatkan jumlah pemain MLBB karena banyak orang beralih ke hiburan daring. Moonton memanfaatkan momentum ini dengan memperkenalkan pembaruan besar dan memperluas Mobile Legends Professional League (MPL), turnamen esports bergengsi di wilayah seperti Indonesia. Season 11, yang berlangsung dari Desember 2019 hingga Maret 2020, memperkenalkan skin musiman untuk Clint (Witch Hunter) dan tema perang dengan revamp hero seperti Bane. Season 12 diantisipasi untuk membawa lebih banyak inovasi, terutama dalam meta permainan dan kompetisi esports, di tengah persaingan dengan game seperti League of Legends: Wild Rift dan Arena of Valor.
Tanggal Rilis
Season 12 Mobile Legends resmi dimulai pada 21 Maret 2020, setelah reset season dari Season 11 pada 20 Maret 2020. Musim ini berlangsung hingga sekitar 20 Juni 2020, diikuti oleh Season 13 yang dimulai pada 21 Juni 2020. Pembaruan Season 12 disertai dengan patch besar (versi 1.4.60 hingga 1.4.70), yang memperkenalkan hero baru, revamp, dan penyesuaian gameplay. Hadiah musiman, termasuk skin eksklusif, tersedia untuk pemain yang mencapai peringkat minimal Master pada akhir musim.
3. Tema dan Fitur Utama Season 12 
Tema: Horor
Season 12 mengusung tema Horor, yang tercermin dalam desain skin musiman, event in-game, dan elemen visual. Tema ini membawa nuansa gelap dan mistis, dengan fokus pada estetika seperti makhluk supernatural dan suasana menyeramkan. Skin musiman untuk hero Eudora (Countess Scarlet), yang dirilis sebagai hadiah rank tinggi, menampilkan desain gothic dengan efek petir merah yang mencerminkan tema horor. Event musiman, seperti Halloween-themed events yang diadakan menjelang akhir musim, juga mendukung tema ini dengan hadiah seperti skin sementara dan emote bertema horor.
Pembaruan Gameplay
Season 12 memperkenalkan sejumlah perubahan gameplay yang memengaruhi meta permainan dan strategi tim:
-
Hero Baru:
-
Yu Zhong (Black Dragon): Dirilis pada 2 Juni 2020 sebagai hero Fighter dengan role Exp Laner. Yu Zhong memiliki kemampuan transformasi menjadi naga, memberikan burst damage dan crowd control yang kuat. Skill ultimatnya, Black Dragon Form, memungkinkan serangan area dan regenerasi HP, menjadikannya pilihan meta di Exp Lane. Yu Zhong terinspirasi dari mitologi Tiongkok, memperkaya roster hero dengan elemen budaya Asia.
-
Luo Yi (Yin Yang Geomancer): Dirilis pada 12 Mei 2020 sebagai hero Mage dengan role Mid Laner atau Support. Luo Yi memiliki mekanisme unik berbasis Yin-Yang yang memungkinkan kombinasi skill untuk teleportasi tim dan crowd control. Skill ultimatnya, Diversion, memungkinkan rotasi cepat antar jalur, mengubah dinamika strategi tim.
-
-
Revamp Hero:
-
Alucard (Fighter/Assassin): Alucard menerima revamp pada April 2020 untuk meningkatkan daya tahannya di late game. Penyesuaian pada skill Fission Wave meningkatkan lifesteal dan damage output, menjadikannya lebih kompetitif sebagai Jungler atau Exp Laner. Revamp ini membuat Alucard kembali populer di rank tinggi.
-
Franco (Tank): Franco mendapat penyesuaian pada skill Iron Hook untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan tarikan, memperkuat perannya sebagai Roamer dengan crowd control yang andal. Revamp ini mendukung meta support yang mulai dominan pada 2020.
-
-
Penyesuaian Item dan Jungle:
-
Item seperti Blade of Despair dan Endless Battle menerima buff kecil untuk meningkatkan damage output hero Marksman dan Fighter, mengimbangi meta Tank dan Support.
-
Jungle diperbarui dengan penyesuaian pada Creep (monster hutan) untuk mempercepat waktu farming, memberikan keuntungan bagi Jungler seperti Lancelot dan Hayabusa.
-
-
Peningkatan Peta:
-
Peta Classic (Western Expanse) menerima pembaruan visual kecil, seperti efek pencahayaan dan tekstur rumput, untuk meningkatkan pengalaman bermain tanpa mengubah tata letak jalur.
-
Penyesuaian pada Turtle dan Lord membuat objektif ini lebih menarik, dengan hadiah gold dan XP yang sedikit ditingkatkan untuk mendorong pertarungan tim di early game.
-
Perubahan Teknis
-
Patch 1.4.60 hingga 1.4.70: Pembaruan ini membawa optimalisasi performa untuk perangkat kelas menengah hingga rendah, yang penting untuk pasar seperti Indonesia. Perbaikan bug, seperti masalah lag di peta Classic, dan peningkatan stabilitas server juga diterapkan.
-
Sistem Anti-Cheat: Moonton memperkuat sistem deteksi cheat, seperti map hack dan script, untuk menjaga integritas pertandingan di rank tinggi seperti Mythic. Hukuman seperti ban sementara atau permanen diterapkan lebih ketat.
-
Sistem Matchmaking: Penyesuaian pada algoritma matchmaking dilakukan untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan pertandingan lebih seimbang, terutama di rank Epic ke atas.
4. Hadiah Season 12 dan Tier Rank 
Hadiah Season
Season 12 menawarkan berbagai hadiah untuk pemain yang mencapai peringkat tertentu, dengan fokus pada skin musiman dan item kosmetik:
-
Skin Musiman: Eudora – Countess Scarlet:
-
Diberikan kepada pemain yang mencapai peringkat Master atau lebih tinggi pada akhir musim (20 Juni 2020).
-
Skin ini menampilkan Eudora dengan gaun gothic merah-hitam, efek petir merah, dan animasi skill bertema horor. Countess Scarlet menjadi salah satu skin musiman paling ikonik karena desainnya yang elegan dan efek visual yang mencolok.
-
-
Battle Points (BP) dan Tiket:
-
Master: 5.000 BP, 500 Tiket.
-
Grandmaster: 8.000 BP, 800 Tiket.
-
Epic: 12.000 BP, 1.000 Tiket.
-
Legend: 20.000 BP, 1.500 Tiket.
-
Mythic: 20.000 BP, 1.500 Tiket, dan bingkai profil eksklusif Season 12.
-
-
Hadiah Event Musiman:
-
Event seperti Spring Festival (bertepatan dengan Imlek) dan Halloween-themed events menawarkan skin sementara, emote, dan fragments untuk ditukar dengan skin permanen.
-
Skin lain seperti Luo Yi – Siren Priestess dan Yu Zhong – Biohazard tersedia melalui pembelian diamonds atau lucky draw.
-
Tier Rank
Sistem peringkat Season 12 tetap konsisten dengan musim sebelumnya, dengan beberapa penyesuaian pada reset rank:
-
Mythic (100+ poin): Turun ke Legend V.
-
Legend: Turun ke Epic V.
-
Epic: Turun ke Grandmaster V.
-
Grandmaster dan di bawahnya: Turun satu atau dua sub-tier, dengan bintang direset. Pemain yang mencapai Mythic menerima bingkai profil eksklusif dan efek masuk musiman, menambah prestise di komunitas.
5. Meta Permainan Season 12
Season 12 memperkenalkan meta permainan yang didominasi oleh hero Support dan Tank, dengan penekanan pada rotasi cepat dan pertarungan tim:
-
Mid Lane: Luo Yi menjadi Mage meta karena kemampuan teleportasi dan crowd control-nya. Hero seperti Lunox dan Kagura juga tetap kuat karena burst damage mereka.
-
Exp Lane: Yu Zhong mendominasi sebagai Fighter baru, bersaing dengan hero seperti Thamuz dan Terizla. Alucard, pasca-revamp, juga sering digunakan karena lifesteal-nya.
-
Jungle: Lancelot, Hayabusa, dan Ling tetap menjadi pilihan utama karena mobilitas dan burst damage. Penyesuaian jungle membuat farming lebih cepat, meningkatkan peran Jungler.
-
Gold Lane: Marksman seperti Wanwan dan Claude mulai menonjol karena buff pada item seperti Blade of Despair. Namun, meta Support membuat Marksman lebih bergantung pada Roamer.
-
Roamer: Franco (pasca-revamp), Estes, dan Rafaela menjadi Support meta karena kemampuan crowd control dan healing. Meta Support mendorong strategi tim yang lebih terkoordinasi.
Item seperti Fleeting Time dan Necklace of Durance menjadi populer untuk Mage dan Support, sementara Tank menggunakan Oracle dan Athena’s Shield untuk daya tahan. Meta ini mencerminkan pergeseran dari solo carry ke strategi tim yang lebih kolaboratif.
6. Dampak dan Penerimaan Komunitas
Penerimaan Positif
Season 12 diterima dengan antusias oleh komunitas MLBB, terutama karena:
-
Hero Baru: Yu Zhong dan Luo Yi menambah variasi strategi, dengan mekanisme unik yang disukai pemain kompetitif. Yu Zhong menjadi favorit di Exp Lane karena daya tahannya, sementara Luo Yi populer di rank tinggi karena rotasi cepat.
-
Revamp Hero: Revamp Alucard dan Franco membuat hero lama kembali relevan, memberikan opsi baru bagi pemain tanpa perlu membeli hero baru.
-
Skin Eudora – Countess Scarlet: Skin musiman ini mendapat pujian karena desain gothic dan efek visual yang memukau, menjadikannya salah satu hadiah musiman paling diinginkan.
-
Optimalisasi Performa: Pembaruan teknis meningkatkan pengalaman bermain di perangkat kelas menengah, yang penting untuk pasar seperti Indonesia.
Kritik dan Tantangan
Meskipun sukses, Season 12 menghadapi beberapa kritik:
-
Keseimbangan Hero: Yu Zhong dianggap terlalu kuat (overpowered) pada peluncuran, mendominasi Exp Lane dan memaksa Moonton merilis nerf pada patch berikutnya.
-
Masalah Server: Beberapa pemain melaporkan lag dan masalah koneksi selama event besar, terutama di server Asia Tenggara yang padat.
-
Kecurangan: Meskipun sistem anti-cheat ditingkatkan, laporan tentang map hack dan win trading tetap ada, terutama di rank Mythic.
-
Biaya Skin: Skin premium seperti Yu Zhong – Biohazard memerlukan diamonds yang mahal, menimbulkan keluhan dari pemain dengan anggaran terbatas.
Dampak pada Esports
Season 12 berlangsung bersamaan dengan ekspansi ekosistem esports MLBB. Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 5, yang diadakan pada Maret-Mei 2020, menjadi sorotan utama:
-
MPL ID Season 5: Diadakan secara daring karena pandemi, turnamen ini dimenangkan oleh RRQ Hoshi setelah mengalahkan EVOS Legends di grand final dengan skor 3-2. RRQ Hoshi, dengan roster seperti Lemon, Xin, dan Alberttt, mendominasi meta dengan hero seperti Yu Zhong dan Franco.
-
Meta Esports: Hero seperti Yu Zhong, Luo Yi, Estes, dan Ling sering dipilih di turnamen karena fleksibilitas dan dampaknya dalam pertarungan tim.
-
Dampak Global: Kemenangan RRQ Hoshi memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di esports MLBB, menjelang M1 World Championship 2020, yang akhirnya dimenangkan oleh tim Filipina, Bren Esports.
Di Indonesia, tim seperti Bigetron Alpha dan Alter Ego juga mulai menonjol, memperkaya ekosistem esports lokal. Konten kreator seperti Jess No Limit, Oura, dan Donkey mempromosikan Season 12 melalui streaming dan video YouTube, meningkatkan keterlibatan komunitas.
7. Konteks Regional: Indonesia
Indonesia adalah pasar terbesar MLBB, dengan jutaan pemain aktif pada 2020. Season 12 memiliki dampak signifikan di komunitas lokal:
-
Popularitas Hero Baru: Yu Zhong dan Luo Yi menjadi favorit di rank dan turnamen lokal karena mekanisme unik dan desain yang menarik.
-
Konten Kreator: YouTuber dan streamer seperti Jonathan Liandi (Emperor), Marsha Ozawa, dan Kimi Hime memamerkan gameplay Season 12, termasuk strategi menggunakan Yu Zhong dan skin Eudora Countess Scarlet.
-
Turnamen Komunitas: Komunitas seperti Mobile Legends Indonesia Community mengadakan turnamen kecil berbasis Season 12, dengan hadiah seperti diamonds dan merchandise.
-
Kontroversi: Beberapa kelompok, seperti Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, menyebut MLBB “haram” karena dianggap mempromosikan kekerasan, tetapi hal ini tidak signifikan mengurangi popularitas game di Indonesia.
8. Prospek dan Warisan Season 12 (Hingga Mei 2025) 
Season 12 meninggalkan warisan penting dalam evolusi MLBB:
-
Inovasi Gameplay: Pengenalan Yu Zhong dan Luo Yi memperkaya roster hero, sementara revamp Alucard dan Franco menunjukkan komitmen Moonton untuk menjaga relevansi hero lama.
-
Meta Support: Season 12 memperkuat meta Support dan Tank, yang tetap berpengaruh di musim berikutnya, dengan hero seperti Estes dan Rafaela menjadi andalan.
-
Ekosistem Esports: Keberhasilan MPL ID Season 5 dan dominasi RRQ Hoshi membantu membangun momentum untuk M1 World Championship 2020, memperluas pengaruh MLBB di kancah global.
-
Skin Ikonik: Skin Eudora Countess Scarlet tetap dianggap sebagai salah satu skin musiman terbaik, sering digunakan oleh pemain hingga 2025.
Hingga Mei 2025, MLBB terus berkembang dengan musim baru (Season 36-37 diperkirakan berlangsung pada 2025) dan pembaruan besar, seperti kolaborasi dengan IP global (Jujutsu Kaisen, Naruto) dan pengenalan hero baru seperti Kalea (direncanakan sebagai hero ke-128 pada 2025). Season 12 tetap dikenang sebagai musim yang memperkuat meta tim dan mendukung pertumbuhan esports MLBB.
9. Kesimpulan
Mobile Legends Season 12 2020 adalah salah satu musim paling signifikan dalam sejarah game ini, ditandai dengan tema Horor, peluncuran hero baru seperti Yu Zhong dan Luo Yi, revamp Alucard dan Franco, dan skin musiman Eudora Countess Scarlet. Dimulai pada 21 Maret 2020, musim ini memperkenalkan meta Support dan Tank yang mengubah strategi tim, sekaligus mendukung pertumbuhan esports melalui MPL ID Season 5. Meskipun menghadapi tantangan seperti keseimbangan hero dan masalah server, Season 12 berhasil memperkuat posisi MLBB sebagai pemimpin genre MOBA seluler, terutama di Indonesia. Dampaknya terhadap inovasi gameplay, esports, dan komunitas masih terasa hingga Mei 2025, menjadikan Season 12 sebagai babak penting dalam perjalanan MLBB. Untuk informasi lebih lanjut, sumber seperti ONE Esports (www.oneesports.id), Esportsku (esportsku.com), dan Lapakgaming (www.lapakgaming.com) dapat menjadi referensi berharga.
BACA JUGA: Paus Leo XIV: Kembaran Paus Fransiskus dalam Kesederhanaan
BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia pada Tahun 1900-an: Dampak Kolonialisme dan Kebangkitan Kesadaran Sosial





